Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Jawa Tengah tidak hanya menjadi ajang perlombaan bagi para kafilah dari 37 provinsi, tetapi juga membawa misi dan pesan untuk memancarkan kedamaian, kebersamaan, kolaborasi, dan keberagaman. (Dok. Pemprov Jateng)
Sementara tujuh wakil gubernur (wagub) yang hadir meliputi Wagub Daerah Istimewa Yogyakarta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, Wagub Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Wagub Lampung Jihan Nurlela, Wagub Sumatera Utara Surya, Wagub Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Wagub Papua Barat Mohammad Lakotani, dan Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
Selain itu juga kafilah dari 37 provinsi dengan jumlah total 2.242 peserta yang akan berlomba dalam 8 cabang dengan 24 golongan dan 48 kategori musabaqah.
"MTQ Nasional ini jauh dari kepentingan apapun, termasuk dari sekadar juara. Saya meyakini bahwa seluruh peserta adalah juara, karena telah membaca dan mengamalkan Al-Qur'an," kata Luthfi.
Luthfi mengatakan, kehadiran para kepala daerah dan kafilah dari seluruh Indonesia juga akan berdampak pada perputaran ekonomi di Kota Semarang dan Jawa Tengah. Sebab, masing-masing daerah juga membawa produk-produk UMKM untuk dipamerkan hingga 20 September 2026.
"MTQ Nasional ini implikasinya tidak hanya kepada UMKM di Jawa Tengah tapi seluruh provinsi, karena para gubernur membawa UMKM-nya ke tempat kita. Diperkirakan hampir Rp1,2 triliun perputaran ekonomi pada MTQ Nasional di tempat kita ini," kata Ahmad Luthfi.