Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (3/6/2026), pukul 22.35 WIB. Dia diburu KPK terkait operasi tangkap tangan (OTT) pejabat Imigrasi.
Ketika tiba, dia tiba memakai batik dengan pengawalan ketat ajudan-ajudannya. Sempat terjadi kontak fisik dan ketegangan antara para ajudan dengan jurnalis.
"Ya, gini saja, menyelesaikan agenda," ujar Silmy.
Setelah mengisi administrasi, Silmy langsung digiring ke ruang pemeriksaan.
Dalam OTT kali ini, KPK menangkap 17 orang. Salah satu sosok yang ditangkap adalah mantan Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo merinci, delapan orang yang ditangkap merupakan penyelenggara negara dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara, sembilan sisanya merupakan pihak swasta.
"Di mana para pihak tersebut, dua orang swasta diamankan di wilayah Bali, kemudian satu PN diamankan di wilayah Jawa Barat, yang merupakan Kakanwil Jawa Barat, Kakanwil Imigrasi Jawa Barat. Kemudian pihak-pihak lainnya diamankan di Jakarta dan sekitarnya," jelas Budi.
Hingga artikel ini dimuat, 17 orang tersebut masih diperiksa KPK. Selain itu, KPK juga telah menyita puluhan bukti yang ditemukan saat OTT. Rinciannya adalah tujuh mobil, 15 motor, dan 11 sepeda.
"Selain itu, tim juga mengamankan logam mulia dalam bentuk emas, sekitar ratusan gram," kata Budi..
