Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menteri PPPA: Hanya 20 Persen Anak Curhat ke Orang Tua

Menteri PPPA: Hanya 20 Persen Anak Curhat ke Orang Tua
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Arifah Fauzi di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Hanya 20 persen anak memilih curhat ke orang tua, sementara 80 persen lebih nyaman berbagi cerita dengan teman menurut survei Forum Anak Jawa Tengah.
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menyoroti lemahnya komunikasi keluarga dan mengingatkan bahwa tidak semua teman mampu memberi solusi tepat bagi masalah anak.
  • Kementerian PPPA mengusung tema Hari Anak Nasional 2026 untuk memperkuat peran keluarga sebagai ruang aman dan awal perlindungan terhadap kekerasan anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengungkap hanya 20 persen anak yang memilih bercerita kepada orang tua saat menghadapi masalah. Temuan itu dinilai menjadi alarm bagi keluarga di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak.

"Ada satu pertanyaan begini kalau kalian ada masalah, kalian curhatnya ke siapa? Dua puluh persen mereka curhatnya kepada orang tua. Delapan puluh persen mereka curhatnya kepada teman," kata Arifah di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

1. Menjadi pertanyaan soal komunikasi antara anak dan orang tua

Keseruan Pesta Anak Bahagia dalam rangka Hari Anak Nasional 2025 bersama Saung Baca.jpg
Keseruan Pesta Anak Bahagia dalam rangka Hari Anak Nasional 2025 bersama Saung Baca. Dok: IDN

Angka tersebut berasal dari survei Forum Anak Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak yang dilakukan selama 10 hari. Menurut Arifah, hasil itu memunculkan pertanyaan besar mengenai kualitas komunikasi antara anak dan orang tua.

"Artinya ketika hanya dua puluh persen mereka yang curhat kepada orang tua, ada pertanyaan besar di hati kita, di hati saya khususnya. Ada apa dengan keluarga mereka? Ada apa dengan rumah mereka?" ujarnya.

2. Pasalnya tak semua teman bisa berikan solusi

Photo pendukung 3.jpg
Jelajah SAPA Hari Anak Nasional 2026 (Dok. APPNIA )

Arifah mengingatkan tidak semua teman mampu memberikan solusi yang tepat ketika anak menghadapi persoalan.

"Iya kalau temannya adalah teman yang benar yang bisa memberikan solusi," katanya.

3. Tema HAN 2026 yang berkenaan dengan isu ini

logo Hari Anak Nasional 2026
logo Hari Anak Nasional 2026 (kemenpppa.go.id)

Karena itu, Kementerian PPPA mengusung tema Hari Anak Nasional ke-42, "Sayang Anak, Lindungi Anak untuk Membangun Masa Depan Bangsa." Menurut Arifah, perlindungan anak harus dimulai dari keluarga sebagai ruang pertama yang membangun rasa aman bagi anak.

"Kenapa kami ambil tema ini? Karena tema ini penting melihat dari semakin tingginya angka kekerasan terhadap anak. Dan kami melihat ini pondasi utamanya ada di keluarga. Ada di empat lingkungan yang harus kita jaga, yaitu keluarga, lingkungan satuan pendidikan, kemudian ruang publik dan ruang digital," kata dia.

Selain menggelar berbagai kegiatan Hari Anak Nasional, Kementerian PPPA juga mendorong penguatan peran keluarga agar anak memiliki ruang yang aman untuk berbicara, didengar, dan memperoleh pendampingan saat menghadapi persoalan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More