Jakarta, IDN Times - Gempa bumi hebat berkekuatan magnitudo 7,7 menggoyang Panama pada Jumat sore, 9 Oktober 2026. Akibat gempa tersebut, puluhan orang dilaporkan terluka dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Stasiun berita BBC pada Sabtu (10/10/2026) melaporkan semula peringatan ancaman tsunami dikeluarkan terhadap 11 negara yang lokasinya berdekatan dengan Panama. Namun, Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat (AS) memastikan gempa hebat itu tidak menyebabkan tsunami.
Menurut analisa anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, gempa di Panama berkaitan dengan aktivitas deformasi kerak bumi di kawasan tektonik kompleks Panama. Analisis mekanisme fokus menunjukkan dominasi mekanisme sesar geser (strike-slip fault) yaitu pergerakan dua blok aturan yang saling bergeser secara mendatar akibat akumulasi tegangan tektonik.
"Mekanisme tersebut menunjukkan bahwa sumber gempa bukan sekedar getaran biasa melainkan proses rupture (rekahan) atau pecahnya batuan di sepanjang bidang sesar yang melepaskan energi elastik dalam jumlah sangat besar," ungkap Daryono di dalam keterangan pada Sabtu (10/10/2026).
