Panama, El Salvador, dan Honduras Tetapkan Darurat Imbas El Nino

- Panama, El Salvador, dan Honduras menetapkan status darurat atau peringatan merah akibat El Nino yang mengancam ekonomi, keamanan warga, serta ketersediaan air.
- Panama menyiapkan penanganan kekeringan akut, perlindungan pertanian, dan akses air di wilayah rawan, setelah permukaan danau buatan Terusan Panama menurun.
- El Salvador dan Honduras meningkatkan pemantauan serta bantuan bagi komunitas terdampak, menyusul penurunan curah hujan yang mengganggu pertanian, peternakan, dan pasokan air.
Jakarta, IDN Times - Panama, El Salvador, dan Honduras mendeklarasikan keadaan darurat di negaranya imbas fenomena El Nino, pada Rabu (26/8/2026). Keputusan ini didorong dampak besar El Nino yang dapat mengancam ekonomi dan keamanan warga.
Sebelumnya, Otoritas Terusan Panama sudah membatasi masuknya kapal di Terusan Panama. Langkah ini disebabkan turunnya level permukaan air di danau buatan di tengah terusan penghubung Laut Karibia dan Samudra Pasifik tersebut.
1. Panama akan mempersiapkan penanganan dampak El Nino

suasana Panama City (unsplash.com/darrenmiller) Menteri Dalam Negeri Panama, Dinoska Montalvo, mengatakan bahwa deklarasi darurat ini akan mendorong pemerintah untuk mempersiapkan penanganan El Nino. Sebab, fenomena alam ini akan berujung pada kekeringan akut dan merusak pertanian.
Dilansir El Aragueno, otoritas setempat juga akan menjamin akses air di area rawan terdampak kekeringan di Panama imbas El Nino. Dengan ini, otoritas Panama akan memasang lubang air, Dry Arc di sejumlah area.
Kepala Institut Meteorologi dan Hidrologi Panama (IMHPA), Luz Graciela Calzadilla mengatakan bahwa fenomena kali ini cukup kuat dan berubah dengan cepat. Menurutnya, ada 11 dataran di Panama yang mengalami tekanan air.
2. El Salvador tetapkan peringatan maksimum imbas El Nino

ilustrasi bendera El Salvador (unsplash.com/estejpg) Pada saat yang sama, El Salvador mengumumkan peringatan maksimum imbas El Nino di negaranya. Negara Amerika Tengah itu akan memantau, mengawasi, dan memberikan bantuan kepada komunitas terdampak fenomena alam ini.
“Kami menetapkan peringatan merah untuk meteorologi dan kekeringan pertanian di seluruh teritori nasional,” ungkap Departemen Perlindungan Sipil El Salvador, dikutip dari France24.
Sementara itu, dampak El Nino sudah mulai terasa di El Salvador. Negara Amerika Tengah itu mengalami penurunan curah hujan dalam bulan ini. Padahal umumnya, curah hujan cukup tinggi setiap tahunnya.
3. Honduras tetapkan peringatan merah untuk tangani dampak El Nino

ilustrasi bendera Honduras (unsplash.com/hectoremilio) Sementara itu, tetangga El Salvador dan Panama, Honduras juga sudah memperpanjang peringatan merah di 298 wilayah di negaranya. Peringatan ini menyusul fenomena El Nino yang berdampak pada kurangnya pasokan air untuk pertanian dan peternakan.
Dilansir Swiss Info, Badan Seismik, Oseanografi, dan Atmosferik Honduras (Cenaos) mengatakan bahwa cuaca semakin hangat dan kering dibanding kondisi normal. Kekeringan ini didorong oleh fenomena El Nino yang menurunkan curah hujan dan menunda musim penghujan.




















