Jakarta, IDN Times - Partai Prima mengkritisi usulan PDI Perjuangan (PDIP) yang ingin mempertahankan ambang batas parlemen dalam Revisi Undang-Undang Pemilu. Ketua DPP PDIP, Said Abdulla mengusulkan agar pembentukan fraksi di DPR RI disesuaikan dengan jumlah komisi dan badan yang ada di parlemen. Ia mengklaim fraksi gabungan tidak akan solid karena perbedaan ideologi.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Prima, Anshar Manrulu menilai langkah tersebut sebagai upaya sistematis untuk mengunci dan mengamankan dominasi partai besar dalam Pemilu 2029. Ia menyebut langkah PDIP ini sebagai bentuk manipulasi aturan demi mempertahankan kontrol politik.
“Ini bukan reformasi sistem pemilu. Ini operasi politik untuk menutup gerbang partisipasi rakyat dan memastikan yang berkuasa tetap nyaman.” ujar Anshar dalam keterangan resminya.
Menurutnya, skema baru PDIP dengan menjadikan jumlah komisi DPR sebagai batas minimal fraksi tidak berbeda dengan parliamentary threshold.
“Mereka hanya memindahkan pagar. Pembatasan tetap ada, dan suara rakyat tetap dihapus," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).
