Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pasca-Kecelakaan Kereta, Ratusan Buket Bunga Penuhi Stasiun Bekasi Timur
Ratusan buket bunga di Stasiun Bekasi Timur. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Ratusan buket bunga memenuhi lantai dua Stasiun Bekasi Timur sebagai bentuk duka atas kecelakaan kereta yang menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya.
  • Warga dan pengguna commuterline datang silih berganti untuk menaruh bunga serta berdoa bagi para korban, bahkan ada yang datang khusus tanpa melanjutkan perjalanan.
  • Kecelakaan terjadi saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi di pelintasan tanpa palang pintu, lalu ditabrak Kereta Argo Bromo Anggrek hingga menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kecelakaan kereta di Bekasi Timur dan banyak orang sedih. Enam belas orang meninggal dan banyak yang luka. Sekarang lantai stasiun penuh bunga dan surat doa dari orang-orang. Mereka datang taruh bunga, berdoa supaya korban tenang dan yang luka cepat sembuh. Banyak yang masih datang bawa bunga sampai sore hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah duka akibat kecelakaan kereta, suasana di Stasiun Bekasi Timur memperlihatkan kekuatan empati dan kebersamaan masyarakat. Ratusan buket bunga dan doa yang terus berdatangan mencerminkan kepedulian tulus terhadap para korban dan keluarganya, menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan tetap hidup bahkan dalam situasi paling menyedihkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Ratusan buket bunga dengan surat berisikan doa penuhi lantai 2, Stasiun Bekasi Timur, pada Jumat (1/5/2026) sore. Ratusan buket bunga itu sebagai ungkapan duka atas kepergian 16 penumpang dan puluhan orang luka-luka akibat kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin (27/4/2026) lalu.

Pantauan IDN Times, sejumlah pengguna commuterline terlihat menaruh buket bunga sebelum melanjutkan perjalanannya menggunakan commuterline.

Bahkan, beberapa masyarakat juga terlihat menuju Stasiun Bekasi Timur hanya menaruh buket bunga dan berdoa tanpa melanjutkan perjalanannya dengan commuterline.

Hingga pukul 16.30 WIB, sejumlah masyarakat dan pengguna commuterline juga masih terus berdatangan dengan membawa sebuah buket bunga.

1. Berdoa di depan buket bunga

Ratusan buket bunga di Stasiun Bekasi Timur. (IDN Times/Imam Faishal)

Salah satu warga, Ida menyampaikan, dirinya sempat berdoa untuk para korban di depan ratusan buket bunga sebelum melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan commuterline.

"Biar diterima di sisi Allah semoga diterima, mereka pejuang keluarga. Saya melihat (kondisi) kereta aja stres, lihat yang dempet-dempetan susah masuk. Mereka pejuang semoga diterima di sisi Allah, diampuni dosa-dosanya,” kata Ida, Jumat.

Warga lainnya, Dudi juga ikut berdoa agar para korban luka-luka dapat cepat diberikan kesembuhan.

“Kami berharap tidak ada korban lagi selanjutnya bagi korban yang dirawat moga cepat sembuh,” jelas Dudi.

2. Rela datang ke Stasiun Bekasi Timur

Ratusan buket bunga di Stasiun Bekasi Timur. (IDN Times/Imam Faishal)

Warga lainnya, Vera, yang merupakan warga Pondok Gede, rela datang bersama anaknya hanya untuk menaruh buket bunga dan berdoa untuk para korban kecelakaan kereta.

"Sebagai dukungan moril aja kepada keluarga korban, relate aja karena saya kebetulan pekerja dan menggunakan transportasi umum,” kata Vera.

“Jadi cuma support dan berharap keluarga yang ditinggalkan bisa kuat terutama untuk anak, putra dan putrinya,” lanjut Vera.

3. Peristiwa kecelakaan kereta

Petugas gabungan sedang mengevakuasi korban kecelakaan KRL dan kereta cepat jarak jauh Argo Bromo Anggrek 4 di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026). (IDN Times/Imam Faishal)

Diketahui, tabrakan maut antar kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di pelintasan sebidang tanpa palang pintu.

Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang berada di Stasiun Bekasi Timur terhambat, sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju.

Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi Surabaya hingga kecelakaan tak terhindarkan. Akibat peristiwa itu, sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.

Adapun, ke 16 korban meninggal yakni Tutik Anitasari, Harum Anjasari, Nur Alimantun Citra Lestari, Farida Utami, Vica Acnia Fratiwi, Ida Nuraida, Gita Septia Wardany, Fatmawati Rahmayani, Arinjani Novita Sari, Nur Ainia Eka Rahmadhyna, Nuryati, Nur Laela, Engar Retno Krisjayanti, Adelia Rifani dan Ristuti Kustirahayu.

Editorial Team