85 Barang Korban Kecelakaan Kereta Masih di Stasiun Bekasi Timur

- Sebanyak 85 barang milik korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur masih diamankan petugas KAI Commuter hingga Kamis, 30 April 2026.
- KAI Commuter mencatat barang yang tertinggal berupa handphone, tas, koper, dan lainnya; 38 di antaranya sudah dikembalikan ke pemilik melalui sistem verifikasi ketat.
- Kecelakaan terjadi pada 27 April 2026 malam saat KRL Cikarang menabrak taksi di pelintasan tanpa palang pintu dan kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek, menewaskan 16 orang.
Bekasi, IDN Times - Sebanyak 85 barang milik korban tabrakan kereta antara Commuterline dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek masih berada di Stasiun Bekasi Timur hingga Kamis (30/4/2026).
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan, 85 barang tersebut milik pengguna Commuterline yang tertinggal di gerbong saat terjadi kecelakaan.
“Petugas Pengamanan dan Pelayanan dari KAI Commuter mengamankan dan mendata barang-barang pengguna yang tertinggal di rangkaian Commuter Line No. 5568A yang terdampak,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Karina merinci, barang-barang yang tertinggal tersebut terdiri dari handphone, tas, koper, dan barang bawaan lainnya. Dia juga mengimbau bagi keluarga atau kerabat pengguna yang akan mengambil barang bawaan yang tertinggal imbas kejadian tersebut, bisa segera datang ke Stasiun Bekasi Timur menuju layanan Lost and Found untuk mengurus dan mengambilnya.
“Barang bawaan yang sudah ditemukan sebanyak 85 barang, dan barang bawaan yang sudah diambil atau dikembalikan kepada pemiliknya sebanyak 38 barang,” jelas Karina.
Dia juga memastikan bahwa barang yang akan diambil akan diproses melalui sistem verifikasi yang ketat guna memastikan barang kembali ke pemilik yang sah.
Diketahui, tabrakan maut antar kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di pelintasan sebidang tanpa palang pintu.
Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang berada di Stasiun Bekasi Timur terhambat, sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju.
Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi Surabaya hingga kecelakaan tak terhindarkan. Akibat peristiwa itu, sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.


















