Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelaku Penyiram Air Keras Ungkap Andrie Yunus Overacting dan Arogan
Sidang lanjutan kasus penyiraman air keras Andrie Yunus di di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Sersan Dua Edi Sudarko, anggota Denma BAIS, mengaku sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
  • Edi menyebut tindakan itu dipicu oleh kekesalannya terhadap sikap Andrie Yunus yang dianggap arogan dan overacting saat insiden di Hotel Fairmont pada Maret 2025.
  • Dalam sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Edi menilai perilaku Andrie telah menyinggung harga diri TNI dan menjadi alasan utama munculnya rencana aksi tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada pak tentara namanya Edi. Dia marah sama orang bernama Andrie karena katanya Andrie sombong dan maksa masuk ke rapat penting di hotel. Edi bilang dia kesal lihat video itu dan merasa harga diri TNI dilecehkan. Sekarang Edi sedang disidang karena dia siram air keras ke Andrie.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sersan Dua Edi Sudarko menilai, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus sebagai sosok yang overacting dan arogan. Edi merupakan anggota Denma BAIS yang menjadi pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Edi mengaku geram dengan perilaku Andrie Yunus sebagaimana rekaman video yang viral di jejaring media sosial saat memaksa masuk rapat RUU TNI di Hotel Fairmont pada Maret 2025 lalu.

"Siap, waktu di video yang viral di Hotel Fairmont, pada saat di situ ada rapat tertutup pejabat-pejabat TNI dan DPR yang membahas revisi undang-undang. Di situlah arogannya Andrie Yunus dan overacting, dan menginstruksi masuk ke ruang rapat padahal itu rapat tertutup. Demikian, izin," kata Edi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2026).

Edi pun menyampaikan kekesalan tersebut kepada rekan-rekannya yang kemudian menyusun rencana aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Menurutnya, perilaku Andrie Yunus tidak sopan dan menginjak-injak harga diri TNI.

"Saya menyampaikan bahwa saya merasa kesal melihat dalam video tersebut Andrie Yunus bersifat arogansi, overacting, yang waktu itu di Hotel Fairmont dan tidak punya rasa sopan santun. Saya anggap itu menginjak-injak harga diri TNI, izin," ungkapnya.

Editorial Team