Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Akui Kondisi Lapas di Indonesia Tak Manusiawi
Konferensi pers Kemenko Kumham Imipas di Jakarta, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Pemerintah mengakui kelebihan kapasitas menjadi persoalan terbesar di lapas dan rumah tahanan Indonesia.

  • Yusril menyebut satu sel dapat dihuni 25 orang dengan satu toilet, disertai antrean air, mandi, dan makanan.

  • Rapat tingkat menteri membahas pembenahan pemasyarakatan serta tindak lanjut kritik dan temuan Ombudsman RI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (9/10/2026)

Rapat Koordinasi Tingkat Menteri digelar di Jakarta untuk membahas pembenahan pemasyarakatan, tindak lanjut temuan Ombudsman RI, dan langkah sistematis mengatasi kelebihan kapasitas. Yusril Ihza Mahendra menyampaikan kondisi lapas dan rumah tahanan di Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • Apa?
    Pemerintah mengakui kondisi lapas dan rumah tahanan di Indonesia menghadapi kepadatan sel, akses air bersih yang buruk, makanan kurang bergizi, serta layanan kesehatan dan fasilitas yang bermasalah.
  • Siapa?
    Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menyampaikan kondisi tersebut. Pemerintah dan Ombudsman RI turut terkait dalam pembahasan pembenahan pemasyarakatan.
  • Di mana?
    Persoalan terjadi di lapas dan rumah tahanan di Indonesia. Pembahasan disampaikan setelah rapat koordinasi tingkat menteri di Jakarta.
  • Kapan?
    Hal itu disampaikan usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
  • Mengapa?
    Pembenahan dibahas karena kelebihan kapasitas menjadi masalah terbesar, disertai persoalan air, makanan, layanan kesehatan, dan fasilitas pemasyarakatan.
  • Bagaimana?
    Pemerintah membahas langkah sistematis mengatasi kelebihan kapasitas, serta menampung dan menindaklanjuti kritik maupun temuan Ombudsman RI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah bilang keadaan lapas masih sangat penuh dan tidak nyaman. Yusril bercerita, satu sel bisa ditempati 25 orang dan hanya punya satu toilet. Airnya juga kotor, makanan kurang bergizi, dan orang harus mengantre. Sekarang pemerintah sedang membahas cara memperbaiki lapas bersama Ombudsman RI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah secara terbuka mengakui persoalan di lapas dan menerima kritik Ombudsman RI dengan baik. Pengakuan tersebut menjadi bahan pembahasan dalam rapat koordinasi tingkat menteri, termasuk untuk memperbaiki tata kelola pemasyarakatan dan membahas langkah sistematis mengatasi kelebihan kapasitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, mengakui kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Indonesia tidak manusiawi.

Hal itu karena kondisi sel yang padat hingga buruknya akses air bersih dan makanan bergizi. Pemerintah mengakui kelebihan kapasitas menjadi masalah terbesar yang harus segera ditangani.

"Bisa bayangkan orang tidur berdesak-desakan, 25 orang satu sel, WC-nya cuma satu," kata Yusril usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang pembenahan pemasyarakatan dan tindak lanjut temuan Ombudsman RI, di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

1. Satu sel dihuni 25 orang dengan satu toilet

Konferensi pers Kemenko Kumham Imipas di Jakarta, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Yusril menggambarkan kondisi narapidana yang harus berbagi ruang sempit dengan fasilitas sanitasi terbatas.

Kepadatan tersebut membuat aktivitas dasar, seperti mandi dan menggunakan toilet, harus dilakukan dengan antrean. Kondisi itu menjadi sorotan dalam rapat koordinasi pembenahan pemasyarakatan.

"Bayangkan seperti apa orang itu ketika pagi hari bangun tidur ingin ke kamar kecil, ingin mandi, antre airnya tidak bersih, menunggu antre makanan, dan lain-lain," kata dia.

2. Air kotor hingga makanan tak memenuhi gizi

Ilustrasi lapas. (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain kepadatan, pemerintah menerima laporan mengenai buruknya pelayanan kesehatan, kualitas makanan, dan fasilitas air di lapas.

Yusril pun meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menampung serta menindaklanjuti masukan tersebut.

"Kemudian juga jatah makanan yang jauh daripada memenuhi standar gizi, kemudian juga fasilitas air yang tidak sesuai, banyak yang airnya itu kotor menyebabkan sakit gatal-gatal dan lain-lain," ujar dia.

3. Pemerintah akui persoalan lapas perlu pembenahan

Kunjungan Online saat Idulfitri 1441H di Lapas Cipinang Klas 1 (Dok. Istimewa)

Yusril menyampaikan, kritik dan temuan Ombudsman menjadi bahan pemerintah untuk memperbaiki tata kelola pemasyarakatan.

"Dan terima kasih kepada Ombudsman yang telah menyampaikan satu kritik, dan kritik itu kita terima dengan baik," ujar dia.

Adapun rapat koordinasi tingkat menteri tersebut juga turut membahas langkah sistematis mengatasi kelebihan kapasitas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article