Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Pakai Dry Ice untuk Padamkan Karhutla di Sumsel dan Kalteng
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Budi Harsoyo (kemeja putih) ketika memberikan keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Pemerintah membentuk satgas OMC lintas lembaga sejak 18 Oktober 2026 untuk menangani karhutla, dengan penyemaian dry ice dan garam NaCl di Sumsel serta Kalteng.
  • TNI menyiagakan pesawat Casa, helikopter, dan Airbus A400-M untuk mengirim 13,6 ton dry ice dari Jakarta; hujan mulai turun, tetapi belum cukup memadamkan api.
  • Uji coba awal memakai balok es biasa sempat mengenai rumah warga di Sumsel; BNPB mencatat 481,26 hektare lahan masih terbakar di enam provinsi prioritas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah membentuk satuan tugas khusus operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan di akhir 2026. Desk terpadu yang terdiri dari sejumlah lembaga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto langsung dalam rapat terbatas pada minggu lalu.

Desk terpadu itu terdiri dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), TNI, Kepolisian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Kehutanan. Satgas itu diputuskan mulai efektif dibentuk pada 18 Oktober 2026 lalu.

Salah satu langkah yang diputuskan bersama untuk membantu penanggulangan karhutla yaitu penggunaan dry ice atau es kering untuk disemai dari udara. Di saat yang bersamaan, satgas tersebut juga menyemai garam NaCl agar terjadi hujan buatan.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo mengatakan penyemaian es kering difokuskan di dua provinsi yakni Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah. Sebab, sumber api di dua provinsi itu masih cukup banyak. Apalagi sejumlah bandara komersial di dua provinsi itu lumpuh akibat diselimuti kabut asap.

"Oleh karena itu tim Desk Terpadu mengusulkan metode baru untuk modifikasi cuaca dengan menggunakan dry ice," ungkap Budi di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Rabu (21/10/2026).

"Tujuannya untuk memecah lapisan inversi dengan harapan lapisan inversi itu kemudian bisa terbuka meskipun tidak ada hujan. Begitu lapisan inversi terbuka, asap (dari karhutla) yang tadinya terhalang oleh lapisan inversi dan cukup pekat di bawah bisa sedikit terurai naik ke atas," imbunnya.

Harapan satgas bila hal itu bisa terjadi maka sinar matahari bisa masuk sehingga proses terjadinya hujan bisa terbentuk.

1. TNI AU kerahkan pesawat Airbus A400-M untuk angkut 13,6 ton dry ice

TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan pesawat Hercules untuk mengangkut bahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) salah satunya dry ice untuk disemai di atas langit Banjarmasin. (Dokumentasi TNI AU)

Sementara, Wakil Ketua Pengarah Desk Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Marsekal Muda TNI Erson Sinaga mengatakan pihaknya menyiagakan tiga pesawat Casa untuk melakukan tiga operasi berbeda yakni penyemaian es kering, garam NaCl untuk menurunkan hujan buatan dan patroli udara. Selain alutsista milik TNI AU, ada pula satu helikopter Mi-17 milik TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Darat (AD).

"Jadi, dari hasil penyemaian baik dry ice dan garam, personel kami melakukan patroli untuk melihat dampak dari penyemaian pada pagi dan siang. Hal itu dilakukan setiap hari dan waktunya masih dinamis menyesuaikan kondisi asap serta awan," ungkap Erson di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Namun, agar penyemaian es kering bisa terlaksana maka stoknya harus terus dikirim dari Jakarta. Sebab, di Sumsel dan Kalteng, tidak tersedia pemasok es kering.

Pada hari ini, rencananya dikirim 13,6 ton es kering menggunakan pesawat Airbus A400-M dan bakal didistribusikan ke Sumsel dan Kalimantan Selatan.

"Setiap harinya akan kami kirim logistik berupa dry ice dan garam. Untuk teknologi dry ice cukup mumpuni sehingga menjadi prioritas bagi kami untuk dikirim ke spot-spot yang ada kekuatan TNI," tutur dia.

Erson pun mengeklaim dari metode penyemaian es kering dan garam, hujan sudah mulai turun di Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah. Meskipun intensitas hujan yang turun belum cukup untuk memadamkan karhutla.

2. Rumah warga di Sumsel sempat terkena puing-puing es

TNI Angkatan Udara kerahkan pesawat NC-212 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan karhutla di Kalimantan. (Dokumentasi TNI Angkatan Udara)

Sementara, ketika IDN Times tanyakan soal adanya rumah-rumah warga yang terkena puing es batu, hal tersebut diakui oleh Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo. Ia menjelaskan hal itu terjadi lantaran tidak ada stok es kering di Sumsel. Sehingga, dalam uji coba perdana, tim gabungan menggunakan balok es biasa yang dipotong-potong menjadi ukuran lebih kecil.

"Ini pertama kalinya diuji cobakan (penggunaan dry ice). Karena stok dry ice ini sulit dicari di daerah, maka balok es untuk keperluan pesta dipecah secara manual. Betul, kami juga mendapatkan laporan itu (rumah warga kena puing es batu). Begitu ada pelaporan, kami buat (balok es) lebih halus dan disaring di bagian cover-nya," kata Budi.

BMKG, kata Budi, mengantisipasi dan memitigasi penyemaian es kering denagn menggunakan es dalam bentuk palet. Dengan cara begitu, bisa menihilkan kerugian dari sisi lingkungan.

3. Masih ada 481 hektare lahan yang belum dipadamkan

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni terus memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Hari ini, water bombing telah dilakukan 26 kali water bombing di wilayah Sungai Perlu dan Teluk Rengas, Tanjung Puting. (Dok. Kemenhut)

Sementara, Direktur Penanganan Darurat Wilayah I Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Riyanto mengatakan total luas yang masih terbakar di enam provinsi prioritas yakni mencapai 481,26 hektare. Meski begitu, masih ada dua provinsi yang masih menjadi fokus pemerintah yakni Sumsel dan Kalteng.

"Itu sebabnya kami melakukan modifikasi cuacara secara massif," ujar Agus ketika menjawab pertanyaan IDN Times.

Sementara, di Kalteng, area yang terbakar paling luas berada di Taman Nasional Tanjung Puting. Di luar area Taman Nasional Tanjung Puting, total area yang masih terbakar mencapai 74 hektare.

"Area yang belum dipadamkan dan berada di luar Taman Nasional Tanjung Puting dipadamkan oleh satgas darat. Mereka sudah berhasil memadamkan 58,31 hektare, sehingga masih tersisa 16 hektare yang masih terbakar," tutur dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article