Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Subsidi Rp3 Juta, Biaya Haji 2027 Lebih Murah Jadi Rp54,6 Juta
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad (kedua dari kiri) memberikan keterangan usai penentuan biaya penyelenggaraan haji (BPIH) 2027. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Pemerintah menambah subsidi Rp3 juta per calon jemaah haji 2027, sehingga pelunasan Bipih turun menjadi Rp23.248.825 atau sekitar Rp3,2 juta lebih rendah dibanding 2026.

  • Rata-rata BPIH haji 2027 disepakati Rp98,46 juta per jemaah; biaya yang dibayar langsung jemaah Rp54,6 juta, sedangkan Rp43,81 juta berasal dari nilai manfaat BPKH.

  • Komisi VIII DPR menyetujui sekitar Rp2,6 triliun sisa nilai manfaat untuk rekening virtual jemaah daftar tunggu, sementara sumber dana subsidi tambahan diserahkan kepada pemerintah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah memberikan subsidi tambahan Rp3 juta untuk biaya haji 2027, sehingga Bipih rata-rata yang dibayar calon jemaah menjadi Rp54.648.825 dan pelunasan setelah subsidi Rp23.248.825.
  • Who?
    Pemerintah, Presiden Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Komisi VIII DPR RI, Kementerian Haji dan Umrah, serta calon jemaah haji 2027 terlibat dalam penetapan pembiayaan.
  • Where?
    Subsidi disampaikan Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat panja Komisi VIII DPR bersama pemerintah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.
  • When?
    Pengumuman subsidi disampaikan pada Rabu, 7 Oktober 2026, untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah atau tahun 2027.
  • Why?
    Subsidi tambahan diberikan untuk meringankan biaya yang harus dibayar calon jemaah dan membuat biaya pelunasan Bipih 2027 lebih rendah sekitar Rp3,2 juta dibandingkan 2026.
  • How?
    Pemerintah menanggung Rp3 juta dari komponen BPIH dalam negeri rata-rata Rp5.643.952,28 per jemaah. Sisa pembiayaan juga ditopang nilai manfaat BPKH Rp43.817.526 per jemaah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah memberi uang bantuan Rp3 juta untuk calon jemaah haji tahun 2027. Jadi biaya haji jadi lebih murah, sekitar Rp54,6 juta. Mereka tinggal melunasi Rp23,2 juta. Dasco bilang Presiden Prabowo ikut membahas bantuan ini. Orang-orang di rapat DPR senang dan bertepuk tangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Subsidi tambahan pemerintah memberi ruang keringanan nyata bagi calon jemaah haji 2027, dengan biaya pelunasan turun sekitar Rp3,2 juta dibanding tahun sebelumnya. Skema pembiayaan ini juga menunjukkan koordinasi antara pemerintah dan DPR, sementara pemanfaatan nilai manfaat BPKH membantu menutup sebagian besar biaya penyelenggaraan tanpa seluruh beban ditanggung langsung jemaah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pemerintah memberikan subsidi tambahan sebesar Rp3 juta untuk meringankan biaya yang harus dibayar oleh calon jemaah haji 2027. Dengan adanya subsidi tersebut maka tiap calon jemaah haji kini tinggal melunasi Rp23.248.825. Dasco mengatakan, dengan adanya subsidi tersebut biaya pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2027 lebih rendah dibandingkan 2026.

"Saya barusan komunikasi dengan pihak pemerintah, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Komponen BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) untuk di dalam negeri per calon jemaah rata-rata sebesar Rp5.643.952,28 akan ditanggung atau disubsidi oleh pemerintah sebesar Rp3 juta," ungkap Dasco yang memimpin rapat panja Komisi VIII DPR dengan pemerintah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

Dengan begitu, komponen BPIH di dalam negeri yang ditanggung tiap calon jemaah usai diberikan subsidi mencapai Rp2.643.945,28. "Maka, pelunasan Bipih calon jemaah haji 2027 masehi atau tahun 1448 Hijriah setelah disubsidi oleh pemerintah sebesar Rp23.248.825. Jadi, Rp3,2 juta lebih rendah dari tahun 2026," tutur dia.

Ketika Dasco menyampaikan adanya subsidi tambahan dari pemerintah itu, anggota Komisi VIII DPR dan pemerintah menyambut dengan tepuk tangan meriah. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Partai Gerindra itu mengucapkan terima kasih kepada Prabowo, karena sudah ikut berkomunikasi dengan intens terkait pembiayaan haji.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah serta Komisi VIII DPR RI sepakat BPIH 1448 Hijriah atau 2027 masehi rata-rata sebesar Rp98.466.463.351 (Rp98,4 juta). Namun, dari jumlah tersebut, calon jemaah hanya perlu membayar Bipih Rp54.648.825 (Rp54,6 juta). Sedangkan, Rp43.817.526 diambil dari manfaat Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH).

"Biaya Perjalanan Ibadah Haji atau biaya yang dibayar langsung oleh jemaah haji rata-rata per jemaah Rp54.648.825 atau sebesar 55,50 persen dari total BPIH tahun 1448 Hijriah yang digunakan untuk biaya penerbangan, sebagian biaya layanan full board syarikah dan biaya hidup," katanya.

"Sisa 44,50 persen atau Rp43.817.526 diambil dari manfaat Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH)," imbuhnya.

Ia menambahkan, panitia Komisi VIII DPR menyetujui sisa nilai manfaat yang kisaran jumlahnya sebesar Rp2,6 triliun untuk dialokasikan ke rekening virtual jemaah haji dalam daftar tunggu. Sementara, ketika ditanyakan kepada Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, sumber pembiayaan subsidi itu, ia menyerahkan kepada pemerintah untuk menentukan sumber dana subsidi pembiayaan haji tersebut.

"Dari mana sumbernya? Ya, kalau pemerintah yang akan memberikan subsidi, terserah dari mana. Mau dari Danantara, mau APBN, mau dari manapun, saya kira tidak ada problem di situ," kata Marwan di ruang rapat komisi VIII DPR.

Curated For You

Editorial Team

Related Article