Jakarta, IDN Times – Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios) sekaligus Anggota MBG Watch, Media Wahyudi Askar mengaku tidak pernah meragukan niat pemerintah ketika Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pertama kali dijanjikan pada masa kampanye pemilu. Namun, setelah program bergulir, ia menilai pelaksanaannya justru memunculkan banyak persoalan, mulai dari tata kelola hingga pelibatan aparat keamanan.
Hal tersebut disampaikan saat Komisi IX DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Kolisi MBG Watch di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat Kamis (16/7/2026).
Menurut Wahyudi, pengalamannya meneliti berbagai program perlindungan sosial di sejumlah negara membuatnya melihat praktik pelaksanaan MBG di Indonesia berbeda dibandingkan negara lain.
