Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertamina Jaga AI Tetap Aman dan Dorong Anak Muda Transformasi Bisnis
Para Pekerja Pertamina sedang melakukan monitoring pasokan BBM dan LPG melalui satu dashboard terpadu di Pertamina Digital Hub. (dok. Pertamina)
  • Pertamina menjadikan AI bagian penting dari operasional harian dan membangun kerangka tata kelola yang sesuai regulasi untuk menjaga keamanan serta kepatuhan penggunaan teknologi.

  • Perusahaan menerapkan on-premise cloud buatan sendiri agar data tetap aman, memberi fleksibilitas seperti sistem cloud publik namun dengan kendali penuh atas infrastruktur internal.

  • Sigit Pratopo mengajak generasi muda memanfaatkan AI untuk menciptakan nilai dan transformasi bisnis, menegaskan bahwa adaptasi cepat jadi kunci menghadapi perubahan industri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pertamina memaparkan langkah menjaga keamanan penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam operasional bisnis serta mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam transformasi digital dan inovasi berbasis teknologi.
  • Who?
    Senior Vice President Pertamina Digital Hub, Sigit Pratopo, mewakili PT Pertamina (Persero) dalam penjelasan mengenai tata kelola AI dan ajakan kepada generasi muda di forum Indonesia Summit 2026.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Jakarta dalam acara Indonesia Summit 2026 yang menjadi wadah diskusi berbagai isu strategis termasuk pemanfaatan teknologi AI di sektor industri energi.
  • When?
    Pemaparan dilakukan pada tanggal 18 Juni 2026 saat pelaksanaan Indonesia Summit 2026 yang menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai sektor industri dan pemerintahan.
  • Why?
    Pertamina ingin memastikan penggunaan AI berjalan aman, sesuai regulasi pemerintah, serta memperkuat kedaulatan data perusahaan sekaligus menumbuhkan semangat inovasi di kalangan generasi muda.
  • How?
    Pertamina menerapkan tata kelola AI berbasis regulasi nasional dan membangun infrastruktur on-premise cloud untuk menjaga keamanan data, sambil mengedukasi anak muda agar memanfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesArtificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar eksperimen di PT Pertamina (Persero), namun sudah jadi bagian dari operasional perusahaan beroperasi sehari-hari. Tetapi seiring luasnya penggunaan AI di berbagai lini bisnis, ada satu pertanyaan yang muncul. Bagaimana memastikan teknologi ini berjalan dalam koridor yang aman dan patuh?

Senior Vice President of Pertamina Digital Hub, Sigit Pratopo, menjawab pertanyaan itu langsung di Indonesia Summit 2026 (18/6). Ia memaparkan bagaimana Pertamina membangun kerangka AI compliance yang solid, sekaligus mengajak generasi muda untuk tidak hanya jadi penonton dalam gelombang inovasi ini.

1. Pastikan tata kelola AI sesuai regulasi

Senior Vice President of Pertamina Digital Hub, Sigit Pratopo. (Herka Yanis/IDN Times)

Dari segi compliance-nya, Sigit memastikan Pertamina memiliki tata kelola AI yang kuat. Ia mengungkapkan, Perseroan saat ini telah memiliki infrastruktur yang mumpuni untuk menerapkan AI di operasional bisnisnya. Kedaulatan data-data konsumen dari Pertamina dijaga dengan ketat mengikuti ketentuan yang berlaku.

“AI governance ini kita kembangkan dengan merujuk kepada regulasi dan ketentuan-ketentuan Pemerintah,” ujarnya.

2. Penerapan on-premise cloud Pertamina

Data center atau cloud server.(pixels.com/Brett Sayles)

Untuk memastikan data perusahaan tetap aman dan tidak bocor, Pertamina juga  menerapkan langkah khusus dalam infrastruktur teknologinya. Pertamina mengimplementasikan on-premise cloud yang dikembangkan secara mandiri.

Model infrastruktur teknologi ini menggabungkan fleksibilitas sistem cloud dengan kendali penuh atas perangkat keras milik sendiri. Berbeda dengan layanan cloud publik seperti AWS atau Google Cloud yang menyimpan data di server milik vendor, on-premise cloud  menempatkan seluruh infrastruktur secara fisik di dalam fasilitas perusahaan itu sendiri. Dengan begitu, keamanan data dan kepatuhan regulasi tinggi bisa diterapkan.

3. Ajak generasi muda memanfaatkan AI

Peserta Indonesia Summit 2026 (Herka Yanis/IDN Times)

Sebagai penutup, Sigit berpesan kepada generasi muda supaya tidak ragu dalam memanfaatkan AI untuk menciptakan perubahan. Baginya, potensi terbesar teknologi ini justru ada di tangan para entrepreneur muda yang belum terbebani kebiasaan lama.

"Indikator keberhasilan AI itu hanya ada dua. Pertama adalah value creation-nya, yang kedua adalah transformasi bisnisnya," tegasnya.

Sigit menekankan bahwa generasi muda memiliki keunggulan yang tidak dimiliki semua orang, yaitu kemampuan untuk berubah dan mendorong perubahan. Di era di mana AI semakin menjadi tulang punggung bisnis, mereka yang berani beradaptasi lebih awal adalah yang akan menentukan arah industri ke depan. (WEB)

Editorial Team

Related Article