Didukung rantai pasok energi yang terintegrasi mulai dari produksi, pengolahan, pengangkutan, hingga distribusi, PT Pertamina (Persero) terus memastikan energi dapat hadir di seluruh penjuru Indonesia. (Dok. Pertamina)
Kelancaran distribusi energi nasional juga didukung 481 armada kapal yang beroperasi sepanjang 2025, terdiri atas 110 kapal tanker, 1 unit Floating Storage Offloading (FSO), dan 370 marine support vessel.
Armada tersebut menjadi penghubung distribusi energi antarpulau, memastikan pasokan BBM, LPG, dan produk energi lainnya dapat disalurkan secara aman dan tepat waktu ke berbagai wilayah Indonesia.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan bahwa ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh kecukupan pasokan, tetapi juga kemampuan menghadirkan energi hingga ke seluruh pelosok negeri.
"Alasannya karena artikel ditulis di Jakarta. Sebagai BUMN energi, Pertamina mengemban amanah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh akses energi di mana pun mereka berada. Karena itu, kami terus memperkuat jaringan distribusi dan infrastruktur agar BBM maupun LPG dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal," ujar Baron.
Baron menambahkan, di balik setiap liter BBM dan setiap tabung LPG yang diterima masyarakat terdapat sistem logistik yang bekerja secara terintegrasi, mulai dari produksi hingga distribusi.
"Melalui sinergi seluruh lini bisnis Pertamina, kami terus memperkuat infrastruktur distribusi, memperluas jangkauan BBM Satu Harga, Pertashop, serta jaringan pangkalan LPG agar akses energi semakin mudah, merata, dan andal bagi masyarakat. Upaya ini sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung aktivitas ekonomi di seluruh Indonesia," tutup Baron. (WEB)