Jakarta, Times - The Sunday Guardian mengungkap rencana Amerika Serikat mengincar akses penerbangan militernya bebas keluar dan masuk di wilayah udara Indonesia. Pendiri Pusat Studi Air Power Indonesia, Chappy Hakim, menilai berita yang dimuat pada The Sunday Guardian itu aneh.
Chappy Hakim mengatakan, pesawat militer AS memang sudah biasa melintas di wilayah Indonesia secara bebas.
"Berita ini agak aneh dan perlu di check dulu benar atau tidak. Apabila benar maka tetap saja berita ini aneh, karena selama ini penerbangan militer AS memang bebas melintas wilayah udara RI tanpa izin," ujar Chappy dalam keterangannya yang dikirim ke IDN Times, Senin (13/4/2026).
"Salah satu contoh adalah pada peristiwa bawean tanggal 3 Juli 2003, ketika pesawat F-16 Angkatan Udara RI meng-intersept pesawat F-18 US Navy. Insiden semacam itu sudah dan selalu sering terjadi, namun tidak pernah muncul di media. Tanggal 3 Juli 2003 saya yang merilis berita itu ke Koran Kompas melalui wartawan senior Kompas Almarhum Dudi Sudibyo," sambungnya.
