Jakarta, IDN Times - Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Haykal, menilai anggapan pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung cenderung melahirkan pemimpin tidak berkualitas merupakan pandangan yang keliru. Anggapan ini muncul seiring wacana pilkada dipilih oleh DPRD dimuat dalam revisi UU Pilkada.
Menurut dia, kualitas dan integritas calon kepala daerah ditentukan oleh proses kaderisasi di partai politik. Dengan begitu, tidak benar jika munculnya kandidat yang tidak berkualitas disebabkan oleh sistem pilkada langsung.
"Kualitas dan integritas calon kepala daerah pada prinsipnya sangat ditentukan oleh proses kaderisasi dan kandidasi di dalam partai politik," kata dia dalam keterangannya, dikutip Senin (5/1/2025).
"Masalah yang terjadi saat ini adalah, proses itu tidak berjalan dengan baik, malah banyak yang hanya mempertimbangkan popularitas dan kemampuan finansial semata. Oleh karenanya, keliru jika yang disalahkan adalah sistem pilkadanya yang menggunakan pemilihan secara langsung," kata dia.
