Survei: Tingkat Kepuasan Publik ke Kinerja Gibran Cuma 66,8 Persen

- Survei Poltracking menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wapres Gibran mencapai 66,8 persen, sementara 30 persen responden menyatakan tidak puas.
- Kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo lebih tinggi, yakni 73,2 persen, dan kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat sebesar 72,2 persen dengan kepercayaan publik 74,2 persen.
- Alasan utama kepuasan publik meliputi bantuan tepat sasaran, program Makan Bergizi Gratis, serta kepemimpinan tegas; sektor kesehatan mencatat kepuasan tertinggi dan ekonomi terendah.
Jakarta, IDN Times - Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka berada di angka 66,8 persen.
"Sebanyak 5,7 persen (publik) sangat puas terhadap kinerja Wakil Presiden, kemudian yang cukup puas di angka 61,1 persen sehingga kalau ditotal angkanya ada 66,8 persen," kata Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Sementara, 30 persen publik merasa tidak puas dengan kinerja Gibran. Dengan rincian 26,6 persen kurang puas dan 3,4 persen sangat tidak puas.
1. Tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo

Poltracking juga merekam tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden RI, Prabowo Subianto lebih tinggi ketimbang Gibran. Masduri mengatakan, sebanyak 73,2 persen publik puas terhadap kerja Prabowo. Dengan rincian 8,9 persen sangat puas dan 64,3 persen cukup puas.
Lalu, yang merasa tidak puas dengan Prabowo berada di angka 24,8 persen. Angka ini merupakan akumulasi dari 22,9 persen kurang puas dan 1,9 persen sangat tidak puas.
2. Tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah Prabowo-Gibran

Masduri mengatakan, kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka 72,2 persen. Dengan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah tercatat lebih tinggi, yakni 74,2 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kepuasan publik masih tergolong tinggi karena berada di atas ambang 70 persen, meski terdapat variasi penilaian di sejumlah sektor kebijakan.
"Sementara itu yang menyatakan kurang puas ada di angka 23,2 persen dan sangat tidak puas ada di 1,9 persen sehingga kalau total yang tidak puas dengan pemerintah Prabowo-Gibran ada di angka 25,1 persen," ujar Masduri.
3. Alasan utama publik merasa puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran

Tiga alasan utama publik merasa puas terhadap pemerintahan adalah karena bantuan pemerintah dinilai tepat sasaran (14,0 persen), program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 13,8 persen, serta kepemimpinan yang dinilai tegas dan berwibawa sebesar 10,6 persen.
"Kemudian yang cukup signifikan ada masalah ekonomi juga di angka 9,4 persen. Ada pula (di bawahnya) jaminan akses pendidikan, layanan kesehatan, kinerja yang terbukti, dan seterusnya," ujar Masduri.
Jika dilihat berdasarkan sektor, bidang kesehatan menjadi yang paling tinggi tingkat kepuasannya dengan 75,4 persen, disusul pertahanan dan keamanan 74,5 persen, serta pendidikan 72,5 persen.
Sektor sosial budaya mencatat kepuasan 70,3 persen, politik dan stabilitas nasional 69,1 persen, serta hukum dan pemberantasan korupsi 64,5 persen. Sementara itu, bidang ekonomi menjadi sektor dengan tingkat kepuasan paling rendah, yakni 59,2 persen.
Poltracking juga menemukan bahwa tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran relatif merata di berbagai wilayah Indonesia. Persebaran publik yang merasa puas berdasarkan kelompok wilayah, publik di wilayah Sumatra, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah–DIY, DKI Jakarta–Banten, Sulawesi, Kalimantan, Bali–Nusa Tenggara, dan Maluku–Papua cenderung puas terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran.
Sebaran lainnya berdasarkan kelompok usia, semua kelompok usia mulai dari generasi Z, milenial, generasi X, baby boomers, dan silent gen juga cenderung puas terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran.
Adapun survei diselenggarakan 11 sampai 17 Mei 2026 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Sampel pada survei ini adalah 1.220 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.
Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi terhadap responden yang telah terpilih secara acak. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.
"Maksud dan tujuan dari survei ini secara umum untuk mengukur kinerja pemerintah dan program prioritas Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka di tengah kondisi geopolitik saat ini, serta berbagai kebijakan yang sudah diambil," kata Masduri.

















