Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika meninjau kawasan mobil nasional di Subang. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)
Sementara, Kementerian Pertahanan turut mengawasi realisasi proyek mobil nasional. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sudah dua kali dalam dua bulan terakhir mengunjungi pabrik mobnas yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Terakhir ia berkunjung ke sana pada Selasa, 21 Juli 2026 didampingi Menteri Pekerjaan Umum, Doddy Hanggodo, Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santoso dan Direktur Utama PT LEN Industri, Joga Dharma Setiawan.
Purnawirawan itu mengatakan kawasan di area Subang dirancang sebagai ekosistem manufaktur terpadu untuk mendukung produksi mobil nasional dan motor listrik nasional.
"Di area itu dilengkapi fasilitas baterai, pusat penelitian dan pengembangan, pengujian kendaraan, jaringan logistik kereta api dan berbagai industri pendukung," ungkap Sjafrie di dalam unggahan media sosialnya dan dikutip pada Kamis (23/7/2026).
Pembangunan itu, kata mantan Pangdam Jaya tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri, penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja dan pelaksanaan ekonomi nasional berdasarkan pasal 33 UUD 1945.
Sementara, dalam kunjungan Sjafrie pertengahan Juni 2026 lalu, Sigit mengatakan perkembangan pembangunan proyek mobnas dibagi ke dalam tiga tahapan pada rentang waktu 2026 hingga 2028.
Sigit menyatakan rencana pengembangan kawasan industri terintegrasi pada tahap awal menargetkan kapasitas produksi hingga 50 ribu unit kendaraan per tahun pada 2028. Sebagai bagian dari visi jangka panjang, kapasitas produksi diharapkan meningkat menjadi 300 ribu unit per tahun.
"Rencana pengembangan kawasan industri otomotif terintegrasi yang pada tahap awal dibangun di atas lahan seluas 60 hektare dengan target kapasitas produksi mencapai 50 ribu unit kendaraan per tahun. Dalam jangka panjang, kawasan tersebut direncanakan berkembang menjadi ekosistem manufaktur terintegrasi seluas 539 hektare dengan kapasitas produksi hingga 300 ribu unit per tahun," kata Sigit seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Pertahanan.
Ia meyakini bila kawasan industri otomotif terintegrasi di Subang resmi berdiri maka bisa menggerakan perekonomian di area Subang dan sekitarnya. Diprediksi proyek itu mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja.