Jakarta, IDN Times - Memasuki puncak musim kemarau, Masum dan petani lain yang tergabung dalam Kelompok Tani Berkah Sakabeh di Desa Cicau, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tetap bisa menggarap lahan pertanian. Pengairan lahan sekitar 40 hektare tersebut kini didukung sistem berbasis listrik melalui program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero).
Sebelumnya, para petani mengandalkan pompa berbahan bakar minyak (BBM) untuk mengairi lahan. Kondisi tersebut membuat biaya operasional menjadi salah satu pengeluaran yang perlu diperhitungkan.
Melalui program EA, PLN menghadirkan sambungan listrik baru berkapasitas 10.600 volt ampere (VA) yang terintegrasi dengan pompa air irigasi dan instalasi kelistrikan. Pemanfaatan listrik tersebut membantu petani mengatur pengairan lahan tanpa terlalu bergantung pada ketersediaan BBM.
