Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PMI Buka Donasi untuk Korban Perang Iran, Begini Cara Salurkan Bantuannya
Pertemuan Ketum PMI Jusuf Kalla dan Perwakilan Kedubes Iran. (Dok. PMI)
  • PMI di bawah kepemimpinan Jusuf Kalla menegaskan kesiapan menyalurkan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk warga terdampak konflik di Iran melalui koordinasi dengan Bulan Sabit Merah Iran.

  • Tim PMI akan berangkat ke Pakistan guna melakukan pengadaan obat-obatan dengan dukungan Bulan Sabit Merah Pakistan dan KBRI setempat sebelum diserahkan kepada Bulan Sabit Merah Iran.

  • PMI membuka donasi publik melalui rekening resmi BRI dan Mandiri serta menyediakan kontak informasi bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program bantuan kemanusiaan tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
8 April 2026

Ketua Umum PMI M. Jusuf Kalla bertemu dengan Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Iran Mohammad Mahdi Moradi dan perwakilan Kementerian Luar Negeri RI di Markas Pusat PMI. Dalam pertemuan itu, PMI menyatakan kesiapan membuka donasi untuk warga terdampak konflik di Iran.

9 April 2026

PMI merilis keterangan pers yang menegaskan komitmen kemanusiaan dan koordinasi dengan Bulan Sabit Merah Iran. Jusuf Kalla menjelaskan rencana pengadaan logistik melalui Pakistan untuk efisiensi biaya dan waktu.

pekan ini

Tim PMI dijadwalkan berangkat ke Islamabad, Pakistan, guna melakukan pengadaan obat-obatan dengan dukungan Bulan Sabit Merah Pakistan dan KBRI setempat sebelum diserahkan ke Bulan Sabit Merah Iran.

kini

PMI membuka dua rekening resmi di BRI dan Bank Mandiri untuk menerima donasi masyarakat Indonesia bagi korban konflik di Iran serta menyediakan kontak informasi melalui Biro Humas dan Kerja Sama Internasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
PMI mau bantu orang di Iran yang kena perang. Pak Jusuf Kalla bilang orang Indonesia bisa kasih uang supaya bisa beli obat dan kirim lewat teman-teman Palang Merah. Tim PMI nanti ke Pakistan buat beli obat, biar cepat dan murah. Sekarang mereka siap kerja sama sama Iran dan negara lain supaya orang sakit bisa ditolong.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah PMI membuka donasi bagi warga terdampak konflik di Iran mencerminkan semangat solidaritas kemanusiaan yang kuat dari masyarakat Indonesia. Melalui koordinasi dengan Bulan Sabit Merah dan dukungan pemerintah, PMI menunjukkan profesionalisme dalam memastikan bantuan tersalurkan secara efisien, termasuk strategi pengadaan logistik di Pakistan yang menekan biaya sekaligus mempercepat distribusi bantuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), M. Jusuf Kalla, menyatakan kesiapan organisasinya untuk membuka donasi dari masyarakat Indonesia, dan menyalurkannya kepada warga terdampak konflik di Iran.

Komitmen ini disampaikan usai pertemuan dengan Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Iran, Mohammad Mahdi Moradi, serta pihak Kementerian Luar Negeri RI di Markas Pusat PMI, Rabu, 8 April 2026.

“PMI selalu terbuka dan siap berkontribusi dalam masalah kemanusiaan di mana pun, asalkan tujuannya benar-benar untuk kemanusiaan. Intinya, kami mengedepankan prinsip kemanusiaan dan koordinasi yang baik dengan para pihak terkait, seperti Bulan Sabit Merah Iran,” ujar JK dikutip dari keterangan pers, Kamis (9/4/2026).

1. Skema pengadaan logistik melalui Pakistan

Pertemuan Ketum PMI Jusuf Kalla dan Perwakilan Kedubes Iran. (Dok. PMI)

Lebih lanjut, JK mengatakan, tim PMI dijadwalkan berangkat ke Islamabad, Pakistan, pada pekan ini untuk melakukan pengadaan obat-obatan. Langkah ini diambil dengan dukungan dari Bulan Sabit Merah Pakistan, dan KBRI setempat sebelum bantuan diserahkan secara resmi kepada Bulan Sabit Merah Iran.

Diketahui, pemilihan Pakistan sebagai lokasi pengadaan dinilai lebih efektif dan efisien secara biaya dan waktu, dibandingkan mengirimkan barang langsung dari Indonesia. Selain faktor logistik, penggunaan produk dari Pakistan memudahkan pemahaman aturan pakai obat karena faktor bahasa, berbeda dengan produk Indonesia yang menggunakan instruksi dalam Bahasa Indonesia.

“Pengadaan lokal di Pakistan ini lebih efektif dan efisien dibandingkan mengirim barang dari Indonesia yang biayanya mahal, dan waktu pengirimannya lebih lama. Yang lebih penting, aturan pakai obat-obatan atau alat kesehatan dari Pakistan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, berbeda jika kita membawa obat dari Indonesia yang aturannya dalam Bahasa Indonesia,” jelas JK.

2. Mekanisme koordinasi penyaluran donasi internasional

Pertemuan Ketum PMI Jusuf Kalla dan Perwakilan Kedubes Iran. (Dok. PMI)

Sementara, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan dana yang terkumpul dari masyarakat Indonesia akan disalurkan melalui mekanisme gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. PMI akan bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Iran atau mitra gerakan lainnya yang berada di wilayah sekitar Iran, guna meringankan penderitaan warga terdampak perang.

Kemudian, bantuan maupun sumbangan masyarakat yang sebelumnya telah diterima pihak Kedutaan Besar Iran, juga akan dialihkan penyalurannya melalui PMI. Kerja sama antara PMI, Kementrian Luar Negeri, dan Kedubes Iran ini ditujukan khusus untuk membantu warga yang menderita akibat situasi serangan dari Amerika Serikat dan Israel di wilayah tersebut.

3. Rincian informasi dan akses donasi masyarakat

Pertemuan Ketum PMI Jusuf Kalla dan Perwakilan Kedubes Iran. (Dok. PMI)

Lebih jauh, donasi tersebut dapat disalurkan melalui dua rekening resmi atas nama Palang Merah Indonesia, yaitu pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan nomor 039001000318303 atau Bank Mandiri dengan nomor 0700017172011.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai program bantuan ini, PMI menyediakan kontak melalui Biro Humas dan Kerja Sama Internasional. Pihak yang dapat dihubungi adalah Andreane Tampubolon di nomor 0818-429-954 atau Aulia Arriani selaku Relasi Media PMI Pusat di nomor 0816-795-379.

Editorial Team