Jakarta, IDN Times - Polisi memeriksa sejumlah saksi dalam kasus teror bom di SD Negeri Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sekolah tersebut menerima ancaman bom lewat aplikasi WhatsApp pada Senin (13/7/2026).
Selain mengumpulkan keterangan saksi, penyidik juga menyisir rekaman CCTV di sekitar sekolah dan mengumpulkan barang bukti lain untuk mengungkap pelaku. Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengatakan sejauh ini tiga orang telah dimintai keterangan.
"Iya betul, jadi kita sudah melakukan pemeriksaan tiga orang ya. Dari guru, kemudian dari staf TU yang di-WA, kemudian ada guru, lanjut dari Kepala Sekolahnya yang pasti kita minta keterangan nanti," kata Nurma di lokasi.
Menurut dia, pengamanan di lokasi masih dilakukan meski sekolah telah dinyatakan aman.
"Untuk pengamanan tetap kita masih ada di sini di sekitar sini karena memang dari Polres, dari Polsek yang menangani untuk mencari barang bukti ya. CCTV dari mulai dari jalan kemudian dari sekitar sekolah ya, kita harus mencari barang bukti yang jelas untuk mengembangkan, untuk menindaklanjuti kasus yang ada," kata dia.
