Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Asal-usul dan Makna Kata Bajingan yang Disebut-sebut Prabowo

Asal-usul dan Makna Kata Bajingan yang Disebut-sebut Prabowo
Presiden Prabowo Subianto saat memperingati Hari Koperasi di Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026). (IDN Times/M. Ilman Nafian)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Presiden Prabowo Subianto menanyakan kepada Mendikdasmen Abdul Mu'ti apakah presiden boleh mengucapkan kata 'bajingan' saat berpidato di peringatan Hari Koperasi ke-79 tahun 2026.
  • Kata 'bajingan' awalnya berarti kusir gerobak sapi pada masa Mataram Islam abad ke-16, namun maknanya bergeser menjadi umpatan sejak abad ke-19 akibat perubahan konteks sosial dan budaya.
  • Dalam KBBI, 'bajingan' kini bermakna penjahat atau makian, tetapi juga dikenal sebagai nama makanan khas Temanggung berbahan singkong atau kimpul dengan gula merah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto sempat bertanya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, apakah seorang presiden boleh mengucapkan kata "bajingan". Hal itu disampaikan saat ia berpidato pada acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026. 

"Presiden boleh ngomong bajingan gak? Boleh? Aku gak tanya kalian, aku tanya Menteri Pendidikan," tanya Prabowo. 

Prabowo bahkan menyebut kata "bajingan" bukanlah kata kasar, melainkan bagian dari bahasa Betawi yang spontan keluar, saat dirinya bersemangat berpidato. 

"Ini kan tidak termasuk kasar. Bajingan ya bajingan. Bajingan bahasa apa itu? Bahasa Betawi ya? Saya kan Betawi, maaf, kalau saya semangat kata-kata Betawi keluar. Sorry, ye. Ini hari jadi koperasi atau mulai kampanye ini," ucap Prabowo. 

Di balik penggunaannya sebagai kata makian sekarang ini, kata "bajingan" ternyata menyimpan sejarah penuturan yang berkembang dalam budaya Jawa. Berikut asal-usul dan sejarahnya.

1. Bajingan merupakan sebutan bagi profesi kusir gerobak sapi

Asal-usul dan Makna Kata Bajingan yang Disebut-sebut Prabowo
ilustrasi bajingan gerobak sapi (dok. festivalgerobaksapi)

Dilansir dari laman National Geographic, kata “bajingan” telah populer sejak abad ke-16 masehi, yaitu pada masa kerajaan Mataram Islam di Indonesia. Saat itu, kata bajingan merupakan sebutan untuk profesi penarik gerobak sapi atau kusir gerobak sapi. 

Selain itu, dalam kultur budaya Jawa, kata bajingan memiliki kepanjangan yaitu "Bagusing jiwo angen-angening pangeran" atau orang baik yang dicintai Tuhan.

Dalam sejarahnya, pada masa Hindia Belanda, masyarakat pribumi tidak diperbolehkan menaiki transportasi mewah selayaknya orang Eropa. Oleh sebab itu, mereka hanya bisa menunggangi bajingan untuk melakukan mobilitas sehari-hari, meskipun hal itu hanya berlaku bagi masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas. 


2. Pergeseran makna kata bajingan

Asal-usul dan Makna Kata Bajingan yang Disebut-sebut Prabowo
Menjadi "Bajingan" masih dilakoni Mbah Prapto meski usia sudah 86 tahun.(IDN Times/Daruwaskita)

Penggunaan kata “bajingan” sebagai bentuk umpatan sudah terekam sejak abad ke-19. Hal itu terlihat dalam novel Max Havelaar (1860) karya Multatuli yang memuat kutipan, "Nak, jika mereka memberitahumu bahwa aku adalah bajingan yang tidak memiliki keberanian melakukan keadilan, bahwa banyak ibu yang meninggal karena kesalahanku…" dikutip dari National Geographic.

Selain itu, dijelaskan bahwa bajingan yang menjadi kendaraan langka pada 1900-1940-an di wilayah pelosok Yogyakarta, sehingga transportasi tersebut berjalan lambat dan waktu kedatangannya sering tidak menentu. Hal itu membuat penumpang kerap mengeluh dengan ungkapan seperti, "Bajingan kok suwe tekone" (bajingan kok lama datangnya) atau "Bajingan gaweane suwe!"(Bajingan lambat kerjanya/jalannya).  

Seiring waktu, keluhan yang terus berulang membuat makna bajingan bergeser dari nama profesi menjadi kata umpatan. Pergeseran makna itu semakin menguat, ketika profesi bajingan mulai menghilang akibat berkembangnya moda transportasi modern.

3. Makna kata bajingan saat ini

Asal-usul dan Makna Kata Bajingan yang Disebut-sebut Prabowo
Ilustrasi memaki (pixabay.com/RobinHiggins)

Sementara, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata bajingan memiliki dua arti. Pertama, kata bajingan sebagai kata benda (nomina) untuk penjahat dan pencopet. Kedua, kata bajingan sebagai kata makian yang berarti kurang ajar. 

Mengutip jurnal “Bahasa Trash Talking dalam Komunikasi Antar Pemain Mobile Legends: Bang Bang Melalui Pendekatan Sosiolinguistik” karya Riska Fajriana dan Asep Abbas Abdullah, istilah bajingan biasa digunakan untuk orang yang jahat, licik, dan tidak bermoral. 

Selain itu, sebagai kata umpatan, kata bajingan juga sering digunakan untuk mengekspresikan kemarahan atau ketidakpuasan terhadap tindakan yang merugikan orang lain.

4. Bajingan adalah nama makanan

Asal-usul dan Makna Kata Bajingan yang Disebut-sebut Prabowo
Makanan bajingan, photo by Izza (dok. sleman.pikiran-rakyat.com)

Meskipun kata bajingan yang dikenal saat ini adalah kata umpatan atau makian, kata bajingan juga merupakan penamaan bagi makanan khas Temanggung, Jawa Tengah. 

Dilansir dari jurnal “Pola Penamaan Jajanan Pasar Khas Temanggung Berdasarkan Teori Semantik Abdul Chaer” karya Vinda Dewi Astuti dan Muncar Tyas Palupi, makanan bajingan merupakan singkong atau kimpul yang menggunakan gula merah. 


Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More