Para siswa di SDN 8 Sekayu mengenakan masker saat pergi sekolah. (IDN Times/Yuliani)
Selain penyelidikan, Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Edukasi juga akan diberikan kepada siswa mengenai risiko penyebaran konten pornografi, pergaulan berisiko, serta penggunaan media sosial secara aman dan bertanggung jawab.
“Sebagai langkah pencegahan, Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bahaya penyebaran konten pornografi, pergaulan berisiko, dan penggunaan media sosial secara aman serta bertanggung jawab," kata
Kasus ini mencuat setelah informasi mengenai grup WhatsApp bernama “Add People As Much As You Can” beredar dan disebut mengundang sejumlah siswa secara acak. Sejumlah orang tua kemudian menyoroti keberadaan grup tersebut karena identitas dan usia anggota tidak dapat dipastikan.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meminta anak yang berada atau terpapar grup tersebut dipandang sebagai pihak yang membutuhkan perlindungan. Menteri PPPA Arifah Fauzi juga meminta masyarakat tidak menghakimi, mempermalukan, menyebarkan identitas, maupun mengambil tindakan sendiri. Polisi kini melakukan penyelidikan, sementara Polda Metro Jaya menyatakan belum menemukan konten pornografi dalam pengamatan awal.