Polisi Selidiki Grup WhatsApp yang Jaring Pelajar Bahas LGBT

- Polda Metro Jaya menyelidiki grup WhatsApp yang disebut melibatkan sejumlah siswa.
- Pengamatan awal polisi tidak menemukan konten pornografi, meski terdapat stiker dan pembahasan mengenai LGBT.
- Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan sekolah untuk memberikan edukasi penggunaan media sosial yang aman.
Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya menyelidiki grup WhatsApp “Add people as much as you can” yang disebut melibatkan sejumlah siswa. Kabid Humas Polda Metro Jaya Yuda Fajrin mengatakan penyelidikan dilakukan Direktorat Reserse Siber bersama Direktorat Reserse PPA-PPO.
“Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut," Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dikutip, Jumat (4/9/2026).
1. Memuat kiriman stiker dan pembahasan mengenai LGBT

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat konferensi usai demo di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva) Dia mengatakan temuan awal yang dilihatnya tidak menunjukkan adanya konten pornografi dalam grup tersebut. Menurut dia, percakapan yang terlihat memuat kiriman stiker dan pembahasan mengenai LGBT. Dia mengaku hanya sempat melihat isi grup sekitar dua menit.
“Nah ini stiker pornografi ini gak ada sih, saya baca sih gak ada. Gak ada. Cuman mereka tuh kayak umpan ya komen-komen stiker gitu segala macem tapi gak ada pornografi sejauh ini ya," kata dia.
2. Grup disebut berisi percakapan dan polling apakah LBGT atau tidak

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto ssbut sebut pemeriksaan ekshumasi ada tiga proses, Rabu (12/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno Informasi mengenai grup itu mencuat setelah seorang anak disebut mendapat undangan masuk grup secara acak. Percakapan di dalamnya disebut membahas LGBT, termasuk polling dengan pertanyaan mengenai orientasi seksual. Polisi masih menyelidiki informasi tersebut berdasarkan temuan yang ada.
“Nah mostly percakapannya ini tentang ada sedikit kirim-kiriman stiker, habis itu ada pembahasan tentang LGBT termasuk juga ada voting pertanyaan 'Are you gay, lesbian, straight or others?'. Intinya seperti itu," katanya.
3. Polda siapkan edukasi untuk siswa

Para siswa di SDN 8 Sekayu mengenakan masker saat pergi sekolah. (IDN Times/Yuliani) Selain penyelidikan, Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Edukasi juga akan diberikan kepada siswa mengenai risiko penyebaran konten pornografi, pergaulan berisiko, serta penggunaan media sosial secara aman dan bertanggung jawab.
“Sebagai langkah pencegahan, Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bahaya penyebaran konten pornografi, pergaulan berisiko, dan penggunaan media sosial secara aman serta bertanggung jawab," kata
Kasus ini mencuat setelah informasi mengenai grup WhatsApp bernama “Add People As Much As You Can” beredar dan disebut mengundang sejumlah siswa secara acak. Sejumlah orang tua kemudian menyoroti keberadaan grup tersebut karena identitas dan usia anggota tidak dapat dipastikan.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meminta anak yang berada atau terpapar grup tersebut dipandang sebagai pihak yang membutuhkan perlindungan. Menteri PPPA Arifah Fauzi juga meminta masyarakat tidak menghakimi, mempermalukan, menyebarkan identitas, maupun mengambil tindakan sendiri. Polisi kini melakukan penyelidikan, sementara Polda Metro Jaya menyatakan belum menemukan konten pornografi dalam pengamatan awal.

















