Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik yang ditujukan kepadanya tentang frekuensi kunjungan ke luar negeri sejak menjabat sebagai kepala negara. Prabowo mengatakan kritik terhadap Presiden tentang aktivitas luar negeri bukan hal baru.
Menurut dia, Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo juga pernah mendapat sorotan karena dinilai jarang melakukan kunjungan ke luar negeri dan dianggap kurang memberi perhatian pada politik luar negeri. Di sisi lain, Prabowo justru mendapat kritik karena cukup sering melakukan perjalanan ke luar negeri.
"Elite, semakin pintar jadi ada Presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, disalahkan. Iya kan? Jokowi gak pernah ke luar negeri, Jokowi tidak peduli politik luar negeri. Saya sering ke luar negeri, 'Prabowo sering ke luar negeri!' Aneh gitu," kata dia dalam Munas HIPMI dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (10/6/2026).
Prabowo menjelaskan dinamika geopolitik global saat ini semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. Karena itu, Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri yang telah diwariskan para pendiri bangsa, yakni politik nonblok dan bebas aktif.
Dia menegaskan, Indonesia memilih menjalin hubungan baik dengan semua negara dan semua kekuatan dunia tanpa terlibat dalam pakta militer mana pun. Menurut dia, garis kebijakan tersebut langsung ditegaskan setelah dirinya menerima mandat sebagai presiden.
"Karena itu begitu saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non-aligned, politik nonblok, politik bebas aktif," kata dia.
Prabowo juga menyampaikan Indonesia akan terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan membangun hubungan baik dengan berbagai negara. Dia mencontohkan hubungan baik yang dijalin dengan Rusia maupun Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari pendekatan tersebut.
"Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh. Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan, di situ saya disalahkan, tapi enggak ada masalah," kata Prabowo.
