Pramono Minta Warga Jakarta Berkepala Dingin, Jangan Terprovokasi

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga ketenangan menyusul insiden bentrokan di kawasan Matraman, Jakarta Pusat.
"Sebagai Gubernur Jakarta, saya mengimbau kepada semua masyarakat kita untuk kepala dingin," ucapnya dalan konferensi pers di Balai Kota, Senin (27/6/2026).
Ia meminta warga tidak mudah terpancing provokasi yang berpotensi memperluas konflik dan tidak menyebarkan informasi maupun disinformasi yang belum terbukti kebenarannya serta merusak fasilitas umum.
"Tidak melakukan tindakan provokasi yang berpotensi untuk memperluas konflik, tidak menyebarkan informasi atau disinformasi yang tidak berdasarkan fakta, dan tidak merusak fasilitas umum," katanya.
Pramono sudah menginstruksikan kepada seluruh jajatan Pemprov DKI Jakarta untuk secepatnya melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum serta berbagai elemen masyarakat guna menjaga situasi tetap kondusif.
"Saya telah melakukan dan menginstruksikan kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda guna menjaga situasi agar tetap berjalan dengan kondusif dan damai," ucapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto memastikan sudah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus bentrok di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat yang terjadi pada Minggu (26/7/2026). Ketujuh tersangka itu di antaranya ialah empat orang pihak perusak gerobak warga dan tiga orang yang melakukan pengeroyokan.
Keempat tersangka perusak adalah massa yang bukan berasal dari warga Matraman. Sementara, ketiga tersangka penganiayaan merupakan warga setempat.
"Iya, untuk perkara pengrusakan ini inisial GNA, AJL, FAM, dan ELL. Untuk perkara pengeroyokan itu ada tiga, SK, AS, dan OR," kata dia saat mengunjungi sekitar lokasi bentrok, Jalan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).
Budi memastikan, kepolisian akan menyelidiki lebih lanjut terkait siapa saja pihak yang melakukan perusakan maupun penganiayaan. Tak tertutup kemungkinan ada tersangka baru yang akan ditetapkan.

















