Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo: Pak Jokowi Jarang ke Luar Negeri Disalahkan, Saya Sering Juga Salah
Presiden Prabowo Subianto dalam Munas HIPMI pada Rabu (10/6/2026). (YouTube/ Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menanggapi kritik soal dirinya sering ke luar negeri dengan menyebut bahwa kritik terhadap presiden akan selalu ada, terlepas dari seberapa sering kunjungan dilakukan.
  • Prabowo menilai kritik tersebut aneh karena situasi geopolitik global kini sangat dinamis dan membutuhkan keterlibatan aktif Indonesia di berbagai forum internasional.
  • Ia menegaskan komitmennya melanjutkan politik luar negeri bebas aktif dan non-blok, menjalin hubungan baik dengan semua negara demi kepentingan bangsa Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Prabowo cerita kalau dia sering pergi ke luar negeri buat kerja, tapi ada orang yang marah. Dulu Pak Jokowi juga dimarahin karena jarang pergi. Pak Prabowo bilang semua presiden pasti dikritik. Dia mau Indonesia berteman sama semua negara, kayak Amerika, Rusia, dan China. Sekarang dia bilang dia tetap semangat kerja buat rakyat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menjawab kritikan soal dia dianggap terlalu sering kunjungan kerja ke luar negeri. Menurutnya, siapapun Presidennya, kritik itu akan ada.

Prabowo mencontohkan, Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo juga pernah dikritik karena jarang kunjungan ke luar negeri. Sementara kini, dirinya dikritik karena dianggap terlalu sering bepergian ke luar negeri.

"Jadi, ada Presiden kayak Pak Jokowi yang jarang keluar negeri, disalahkan, ya kan ‘Jokowi gak pernah ke luar negeri. Jokowi tidak peduli politik luar negeri’. Saya sering ke luar negeri, ‘Prabowo sering ke luar negeri’," ujar Prabowo dalam pidatonya di pembukaan Munas Hipmi yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (10/9/2026).

Prabowo kemudian menganggap aneh kritik tersebut. Sebab, kondisi geopolitik sangat dinamis.

"Aneh… Sebenernya tidak ada masalah gitu, bener gak? Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. Kita tidak tahu kawan siapa, lawan siapa. Kita beruntung, saya beruntung. Presiden Indonesia menerima warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita. Bahwa politik luar negeri Indonesia adalah politik non aligned, politik non-blok kita bersahabat sama semua negara, kita bersahabat sama semua kekuatan, kita tidak mau terlibat dengan pakta-pakta militer siapapun," ucap dia.

"Karena itu, begitu saya menerima mandat sebagai presiden, saya langsung, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non aligned, politik non-blok, politik bebas aktif, seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan, Indonesia harus bekerja sama dengan semua pihak, termasuk Amerika Serikat, Rusia dan China.

"Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya, tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan di situ saya disalahkan, tapi gak ada masalah. Saudara-saudara noise selalu ada yang penting kita yakin garis kita di mana. Selama saya yakin saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia,selamanya saya tidak ragu-ragu," kata Prabowo.

Editorial Team

Related Article