Presiden Prabowo memimpin Sidang Kabinet Paripurna sebagai titik evaluasi dan penguatan kinerja memasuki tahun kedua pemerintahan. (presidenri.go.id)
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia dua tahun pada (20/10/2026). Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) memaparkan sejumlah capaian program prioritas pemerintah di berbagai sektor, mulai dari pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hingga penegakan hukum.
Di sektor pangan, pemerintah mencatat produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan 2024. Indonesia juga tidak mengimpor beras umum untuk konsumsi sepanjang 2025. Sementara itu, cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog mencapai 3,248 juta ton pada akhir 2025. Produksi beras nasional pada 2026 diproyeksikan sebesar 34,77 juta ton, melampaui perkiraan kebutuhan nasional sebesar 31,10 juta ton.
Pemerintah juga melakukan penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi dengan memangkas 145 regulasi yang menghambat penyaluran. Selain itu, harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi diturunkan sebesar 20 persen untuk meringankan biaya produksi petani. Di sektor kelautan, pemerintah membangun 100 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2025, dengan 65 lokasi telah memasuki tahap uji coba operasional. Pada 2026, pembangunan ditargetkan menjangkau 1.386 lokasi.
Di bidang energi, realisasi lifting minyak bumi, termasuk Natural Gas Liquid (NGL), pada 2025 kembali memenuhi target APBN untuk pertama kalinya sejak 2016. Program biodiesel B40 juga menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp130,21 triliun sepanjang 2025. Pemerintah kemudian meluncurkan mandatori biodiesel B50 pada Juli 2026, dengan perkiraan penghematan devisa hingga Rp170 triliun dan target menghentikan impor solar. Sementara itu, program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) ditargetkan rampung dalam tiga tahun.
Pemerataan akses listrik turut menjadi perhatian pemerintah melalui Program Listrik Desa. Sepanjang 2025, program tersebut direalisasikan di 1.516 lokasi dan menjangkau 77.616 pelanggan. Pemerintah juga mempercepat pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Pada April 2026, kerja sama untuk pembangunan fasilitas tersebut telah ditandatangani bagi tiga wilayah prioritas, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya, dengan persiapan kerja sama di 12 aglomerasi lainnya.
Pada sektor pendidikan, pemerintah merevitalisasi 16.167 sekolah dengan anggaran Rp16,9 triliun pada 2025, melampaui target awal sebanyak 10.440 sekolah. Untuk 2026, revitalisasi ditargetkan menjangkau 51.744 sekolah. Digitalisasi pendidikan pada periode 2025–2026 juga telah menjangkau 368.310 satuan pendidikan dan memberikan manfaat kepada lebih dari 51 juta siswa di 38 provinsi. Selain itu, tunjangan profesi dan tunjangan khusus guru non-ASN meningkat dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan pada 2025.
Pemerintah turut memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem melalui program Sekolah Rakyat. Hingga 23 September 2026, program tersebut telah beroperasi di 182 titik dengan jumlah siswa lebih dari 44.000 orang. Lebih dari 90 titik di antaranya telah menggunakan gedung permanen. Pemerintah menargetkan lebih dari 150.000 siswa terlayani pada 2027 dan sebanyak 500 Sekolah Rakyat beroperasi hingga 2029. Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 57 juta penerima manfaat melalui 27.486 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) per 30 September 2026, dengan realisasi anggaran Rp153,2 triliun.