Prabowo saksikan MoU Danantara-Hisense bidang teknologi. (Dok. Cahyo - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Dokumen kerja sama itu ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, CTO Danantara Sigit Puji Santosa, serta Chairman Hisense Group Jia Shaoqian.
Pada pertemuan itu, turut hadir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Berdasarkan penelusuran IDN Times di situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kemendikdasmen, Hisense merupakan perusahaan penyedia untuk paket pengadaan sarana digitalisasi pembelajaran pada sekolah dasar tahun anggaran 2025 dengan metode pengadaan penunjukan langsung dan nilai anggaran mencapai Rp4.135.608.750.000,00 atau Rp4,1 triliun.
Sarana digitalisasi pembelajaran yang dimaksud adalah smart tv yang rencananya akan dibagikan ke sekolah-sekolah di Indonesia.
Pemerintah berencana memberikan bantuan smart tv bagi sekolah-sekolah di Indonesia. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan, saat ini Presiden Prabowo sedang merencanakan bantuan tersebut.
"Bantuan gadget belum, yang sekarang sedang direncanakan Pak Presiden itu bantuan smart tv," kata Abdul Mu'ti di Kantor Kemendikdasmen, Selasa (18/3/2025).
Mu'ti mengatakan, rencananya bantuan smart tv tersebut akan diutamakan untuk sekolah-sekolah yang ada di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan
"Jadi yang sudah dicanangkan Pak Presiden itu adalah smart tv untuk sekolah-sekolah terutama di daerah 3T," kata dia.
Meski begitu, daerah-daerah lain yang tidak termasuk 3T juga tetap akan diberikan bantuan.