Founder FPCI Dino Patti Djalal soal AS minta akses udara Indonesia. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Dino mengungkapkan, beberapa calon duta besar telah menunggu dalam waktu yang cukup lama sejak tiba di Indonesia.
“Dari mereka ada yang sudah menunggu delapan bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yang menunggu enam bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi,” tulisnya.
Ia menjelaskan, selama proses akreditasi belum selesai, ruang gerak para diplomat tersebut dalam menjalankan tugas resmi masih terbatas.
Menurut Dino, kondisi itu berbeda dengan praktik yang lazim berlangsung dalam diplomasi internasional, di mana proses penyerahan surat kepercayaan biasanya dilakukan dalam waktu relatif cepat setelah seorang duta besar tiba di negara penempatan. Dengan demikian, para diplomat dapat segera menjalankan tugas untuk memperkuat hubungan bilateral antara negara pengirim dan negara penerima.
Dino juga membandingkan kondisi tersebut dengan praktik yang selama ini dijalankan oleh Indonesia di luar negeri. “Apalagi Dubes Indonesia di luar negeri selalu dengan cepat menyerahkan surat kepercayaan kepada host country,” kata dia.
Menurutnya, apabila situasi ini berlangsung terlalu lama, dapat muncul persepsi negatif dari negara-negara yang telah mengirimkan wakil diplomatiknya ke Indonesia. Karena itu, ia meminta persoalan tersebut mendapat perhatian dan penyelesaian dari pihak Istana tanpa bermaksud menyalahkan pihak tertentu.
“Tanpa menyalahkan siapapun, mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana karena menyangkut reputasi diplomatik kita,” ujar Dino.