Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Senang Kini Gaji Hakim RI Bisa Lebih Besar dari Malaysia
Presiden Prabowo Subianto dalam acara penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan dari Satgas PKH kepada negara di Kejagung, Rabu (13/5/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kebanggaannya karena gaji hakim Indonesia kini lebih tinggi dibanding Malaysia, berdasarkan informasi dari Ketua Hakim Negara Malaysia.
  • Prabowo menjelaskan bahwa pemerintahannya telah menaikkan gaji hakim hingga sekitar 280 persen, meski awalnya ia mengusulkan kenaikan sebesar 300 persen.
  • Ia berharap peningkatan kesejahteraan hakim dapat menekan praktik suap di peradilan dan memerintahkan pembangunan rumah jabatan bagi seluruh hakim di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Presiden Prabowo senang sekali karena gaji hakim di Indonesia sekarang lebih besar dari Malaysia dan Singapura. Dia bilang gajinya naik banyak, hampir tiga kali lipat. Katanya ini supaya hakim tidak mau disuap. Prabowo juga mau kasih rumah untuk para hakim biar mereka bisa kerja dengan tenang dan jujur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kebijakan Presiden Prabowo untuk menaikkan gaji hakim hingga hampir 300 persen mencerminkan perhatian serius terhadap martabat dan integritas lembaga peradilan. Peningkatan penghasilan yang kini diakui oleh negara tetangga menunjukkan adanya kemajuan dalam penghargaan terhadap profesi hakim, sekaligus memperkuat upaya pemerintah menciptakan sistem hukum yang lebih bersih dan berwibawa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengaku senang gaji hakim di Indonesia bisa lebih besar dari Malaysia. Prabowo ketahui mengenai hal itu saat bertemu dengan Ketua Hakim Negara Malaysia.

Ketika itu, Ketua Hakim Negara Malaysia menyampaikan kepada Presiden Prabowo, untuk pertama kalinya, gaji hakim Indonesia lebih besar dari Malaysia. Hal itu Prabowo sampaikan dalam pidatonya di acara penyerahan dana sitaan sebesar Rp10.270.051.886.464 serta lahan kawasan hutan seluas 2.373.171,75 hektare dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) ke pemerintah di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

"Saya harus cerita begini karena saya ada suatu kepuasan minggu lalu, Ketua Mahkamah Agung ketemu saya. Dan beliau sampaikan ke saya, beliau habis rapat ketua-ketua Mahkamah Agung se-ASEAN. Kemudian Ketua Mahkamah Agung Malaysia sampaikan ke Ketua Mahkamah Agung Indonesia," ujar Prabowo.

"Disampaikan, 'Yang Mulia, saya salut sama Indonesia',dia bilang, 'pertama kali gaji hakim Indonesia di atas gaji hakim Malaysia'. Dan gaji hakim paling junior Indonesia, ceritanya ya, yang paling junior sudah hampir dua kali gaji hakim paling junior Malaysia," sambungnya.

Prabowo mengatakan, di masa pemerintahannya, gaji hakim mendapat kenaikan gaji hingga 300 persen.

"Karena pemerintah yang saya pimpin, salah satu langkah kita pertama adalah menaikkan gaji-gaji hakim kita hampir 300 persen. Saya maunya 300 persen, tapi Menteri Keuangan hanya setuju 280 persen," ucap dia.

Selain itu, Prabowo juga mendapat cerita dari Ketua Mahkamah Agung RI, Sunarto yang baru bertemu dengan ketua Mahkamah Agung Singapura. Cerita itu berupa apresiasi karena sudah mendapat kenaikan gaji.

"Kemudian Ketua Mahkamah Agung Indonesia, Profesor Sunarto ya, laporkan lagi ke saya, 'Pak, Ketua Mahkamah Agung Singapura juga sampaikan ke saya, selamat Yang Mulia, penghasilan Anda sekarang, penghasilannya Ketua Mahkamah Agung Indonesia sudah di atas penghasilannya Ketua Mahkamah Agung Singapura," kata dia.

Mendengar laporan itu, Prabowo bergumam senang. Dengan menaikkan gaji hakim, Prabowo yakin kasus suap dan disuap di peradilan bisa ditekan.

"Karena itu hakim-hakim kita harus kita hormati, harus dipilih dengan baik dan harus dikasih penghasilan yang cukup supaya hakim-hakim kita tidak bisa disogok. Saya juga sudah instruksikan Menteri Perumahan Rakyat untuk membuat rumah jabatan untuk semua hakim," kata dia.

Editorial Team