Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan hasil penataan Jalan H.R. Rasuna Said sekaligus nama baru Halte Transjakarta Setiabudi Integritas di Jakarta Selatan, pada Minggu (21/6) pagi. (dok. Pemprov DKI)
Transformasi wajah Jakarta kini semakin terlihat di koridor Jalan H.R. Rasuna Said. Salah satu kawasan bisnis tersebut telah berubah menjadi ruang jalan yang lebih tertata bagi pedestrian karena areanya jadi lebih nyaman, area hijaunya lebih rapi, serta fasilitas pendukungnya mendukung mobilitas masyarakat.
Perubahan itu resmi diperkenalkan kepada publik setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan hasil penataan Jalan H.R. Rasuna Said pada 21 Juni 2026. Penataan sepanjang 3,8 kilometer tersebut menjadi salah satu proyek revitalisasi ruang kota yang rampung menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
“Rasuna Said telah rampung dan baru saja saya resmikan. Peresmian ini mengawali rangkaian acara menyambut HUT Jakarta ke-499, juga sebagai upaya menghadirkan infrastruktur yang mendukung mobilitas warga menuju Jakarta sebagai kota global,” ujar Pramono.
Penataan kawasan tidak hanya menghilangkan 109 tiang monorel mangkrak yang selama puluhan tahun menjadi pemandangan di koridor tersebut. Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pembenahan menyeluruh terhadap kualitas ruang jalan, mulai dari perbaikan ruas jalan, drainase, area hijau, hingga trotoar dan fasilitas bagi pedestrian.
Selain memperlebar dan merapikan jalur bagi pejalan kaki, pemerintah turut memasang berbagai street furniture, memperbarui penerangan jalan umum, serta menghadirkan tiang pedestrian dengan desain yang lebih modern. Hasilnya, kawasan Rasuna Said kini tampil lebih lapang, rapi, dan nyaman untuk digunakan berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Koridor yang selama ini dikenal sebagai pusat bisnis dan diplomasi Jakarta itu juga mulai bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih hidup. Kehadiran pedestrian yang lebih baik membuka peluang bagi masyarakat untuk berjalan kaki, berinteraksi, hingga berolahraga dengan lebih nyaman.
“Kawasan ini pun menjadi ruang baru untuk interaksi dan berolahraga bagi masyarakat, dengan telah ditetapkan sebagai lokasi kegiatan Car Free Day yang rutin diselenggarakan setiap hari Minggu mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB,” kata Pramono.
Penataan Rasuna Said menunjukkan arah baru pembangunan Jakarta yang tidak hanya berorientasi pada kendaraan, tetapi juga menempatkan pejalan kaki sebagai bagian penting dalam mobilitas perkotaan. Dengan wajah baru yang lebih modern dan inklusif, kawasan ini diharapkan menjadi contoh penataan koridor jalan utama menuju Jakarta sebagai kota global.