Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pramono Benahi Jakarta Jadi Lebih Rapi dan Terhubung
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol siap menjadi ikon konektivitas baru di Jakarta Utara. (dok. Pemprov DKI Jakarta)
  • Pemprov DKI Jakarta di bawah Gubernur Pramono Anung melakukan pembenahan besar, termasuk penataan Jalan H.R. Rasuna Said, pembangunan JPO JIS–Ancol, dan proyek SJUT untuk memperkuat konektivitas kota.
  • Penataan Rasuna Said mengubah kawasan bisnis menjadi ruang publik ramah pejalan kaki dengan trotoar lebar, area hijau rapi, serta fasilitas modern yang mendukung mobilitas dan interaksi warga.
  • Pembangunan JPO baru dan penataan kabel udara melalui SJUT menjadikan Jakarta lebih rapi, aman, serta inklusif bagi semua kalangan dengan desain modern dan akses ramah disabilitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penataan besar-besaran ruang kota, termasuk revitalisasi Jalan H.R. Rasuna Said, pembangunan JPO JIS–Ancol, perbaikan JPO Sarinah, serta penataan kabel utilitas melalui proyek SJUT.
  • Who?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin langsung program ini bersama jajaran Pemprov DKI, Jakpro, PT Bank Tabungan Negara Tbk, dan PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP).
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di berbagai lokasi strategis Jakarta seperti Jalan H.R. Rasuna Said di Jakarta Selatan, kawasan JIS–Ancol di Jakarta Utara, serta Jalan MH Thamrin–Sarinah dan Senopati.
  • When?
    Peresmian penataan Rasuna Said dilakukan pada 21 Juni 2026 dan peresmian infrastruktur terpadu JIS–Ancol pada 22 Juni; proyek SJUT masih berjalan bertahap hingga saat ini.
  • Why?
    Langkah ini bertujuan menciptakan kota yang lebih rapi, aman, nyaman, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah dan aksesibilitas publik menuju Jakarta sebagai kota global yang modern.
  • How?
    Pemprov DKI menata ulang trotoar dan area hijau, membangun jembatan penghubung baru dengan desain inklusif, memindahkan kabel udara ke bawah tanah, serta memperbarui fasilitas publik bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dalam beberapa bulan terakhir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak simultan membenahi ruang kota. Mulai dari penataan Jalan H.R. Rasuna Said, pembangunan JPO penghubung JIS-Ancol, revitalisasi JPO Sarinah, hingga penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di sejumlah ruas jalan strategis.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam membangun kota yang tidak hanya memiliki infrastruktur baru, tetapi juga lebih mudah diakses, nyaman, dan ramah bagi masyarakat.

“Karena itu, konektivitas antara JIS, Ancol, dan transportasi publik menjadi langkah penting dalam mewujudkan Jakarta yang lebih modern dan nyaman,” ujar Pramono ketika peresmian Infrastruktur Terpadu JIS–Ancol, di Stasiun KRL JIS, Jakarta Utara, pada Senin (22/6).

Menurut Pramono, pembangunan Jakarta ke depan tidak hanya berorientasi pada penambahan infrastruktur, tetapi bagaimana setiap fasilitas dapat saling terhubung dan memberi dampak langsung bagi mobilitas warga.

1. Jalan Rasuna Said jadi lebih ramah bagi pedestrian

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan hasil penataan Jalan H.R. Rasuna Said sekaligus nama baru Halte Transjakarta Setiabudi Integritas di Jakarta Selatan, pada Minggu (21/6) pagi. (dok. Pemprov DKI)

Transformasi wajah Jakarta kini semakin terlihat di koridor Jalan H.R. Rasuna Said. Salah satu kawasan bisnis tersebut telah berubah menjadi ruang jalan yang lebih tertata bagi pedestrian karena areanya jadi lebih nyaman, area hijaunya lebih rapi, serta fasilitas pendukungnya mendukung mobilitas masyarakat.

Perubahan itu resmi diperkenalkan kepada publik setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan hasil penataan Jalan H.R. Rasuna Said pada 21 Juni 2026. Penataan sepanjang 3,8 kilometer tersebut menjadi salah satu proyek revitalisasi ruang kota yang rampung menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.

“Rasuna Said telah rampung dan baru saja saya resmikan. Peresmian ini mengawali rangkaian acara menyambut HUT Jakarta ke-499, juga sebagai upaya menghadirkan infrastruktur yang mendukung mobilitas warga menuju Jakarta sebagai kota global,” ujar Pramono.

Penataan kawasan tidak hanya menghilangkan 109 tiang monorel mangkrak yang selama puluhan tahun menjadi pemandangan di koridor tersebut. Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pembenahan menyeluruh terhadap kualitas ruang jalan, mulai dari perbaikan ruas jalan, drainase, area hijau, hingga trotoar dan fasilitas bagi pedestrian.

Selain memperlebar dan merapikan jalur bagi pejalan kaki, pemerintah turut memasang berbagai street furniture, memperbarui penerangan jalan umum, serta menghadirkan tiang pedestrian dengan desain yang lebih modern. Hasilnya, kawasan Rasuna Said kini tampil lebih lapang, rapi, dan nyaman untuk digunakan berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Koridor yang selama ini dikenal sebagai pusat bisnis dan diplomasi Jakarta itu juga mulai bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih hidup. Kehadiran pedestrian yang lebih baik membuka peluang bagi masyarakat untuk berjalan kaki, berinteraksi, hingga berolahraga dengan lebih nyaman.

“Kawasan ini pun menjadi ruang baru untuk interaksi dan berolahraga bagi masyarakat, dengan telah ditetapkan sebagai lokasi kegiatan Car Free Day yang rutin diselenggarakan setiap hari Minggu mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB,” kata Pramono.

Penataan Rasuna Said menunjukkan arah baru pembangunan Jakarta yang tidak hanya berorientasi pada kendaraan, tetapi juga menempatkan pejalan kaki sebagai bagian penting dalam mobilitas perkotaan. Dengan wajah baru yang lebih modern dan inklusif, kawasan ini diharapkan menjadi contoh penataan koridor jalan utama menuju Jakarta sebagai kota global.

2. JPO baru: Jakarta semakin ramah pejalan kaki

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Wakil Gubernur, Rano Karno, menghadiri acara Penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama dan Pembangunan Ekstensi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan kawasan Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (25/1). (dok. Pemprov DKI Jakarta)

Transformasi Jakarta juga terlihat lewat pembangunan dan revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Salah satu proyeknya ialah pembangunan JPO penghubung kawasan Jakarta International Stadium (JIS) dan Ancol di Jakarta Utara.

JPO sepanjang 466 meter tersebut diberi nama “JPO Bersama BTN” dan digadang menjadi ikon konektivitas baru Jakarta Utara. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Jakpro, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk.

Gubernur Pramono mengatakan sejak awal dirinya ingin menghubungkan kawasan JIS dengan Ancol agar aktivitas publik dan mobilitas masyarakat semakin mudah.

Ia meyakini kawasan JIS-Ancol ke depan akan berkembang menjadi pusat olahraga, hiburan, budaya, hingga konser internasional yang hidup sepanjang waktu. Desain JPO sendiri mengadopsi arsitektur JIS dengan sentuhan budaya Betawi seperti ornamen gigi balang dan corak loreng macan.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga meresmikan revitalisasi JPO Halte TransJakarta MH Thamrin-Sarinah di Jakarta Pusat. JPO bersejarah yang pertama kali diresmikan pada 1968 itu kini dibuat lebih inklusif dengan lift dan akses tanpa anak tangga.

“JPO ini adalah yang pertama di Jakarta dan diresmikan pada 21 April 1968 oleh Bapak Ali Sadikin. Tentu ini memiliki nilai sejarah. Hari ini kita merevitalisasi agar JPO ini ramah disabilitas dan memberi pilihan bagi masyarakat,” kata Pramono.

Tak hanya JPO, trotoar di kawasan Sarinah juga akan diperlebar sekitar 2,6 meter agar lebih nyaman bagi pejalan kaki. Nantinya trotoar ini akan dilebarkan sekitar 2,6 meter sehingga kawasan ini semakin ramah bagi pejalan kaki.

3. Kabel semrawut hingga trotoar jadi lebih modern

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau infrastruktur Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di ruas Jalan Senopati, Jakarta Selatan, pada Kamis (24/4). (dok. Pemprov DKI)

Pembenahan Jakarta juga dilakukan lewat proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) dengan mulai menata kabel udara semrawut di sejumlah ruas jalan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau langsung proyek SJUT di Jalan Senopati, Jakarta Selatan. Program tersebut bertujuan memindahkan kabel optik operator dari atas jalan ke bawah tanah agar kota terlihat lebih rapi dan aman.

“Kabel optik berbagai operator dipindahkan dari atas ke bawah. Selain lebih rapi, pemeliharaannya pun lebih mudah,” ujar Rano.

Ia mengatakan, hingga kini pembangunan SJUT sepanjang 25 kilometer telah rampung di sepuluh ruas jalan Jakarta Selatan. Proses pembersihan kabel udara pun masih terus dilakukan secara bertahap.

Penataan kabel udara menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola infrastruktur kota yang lebih modern. Selain memperbaiki estetika, keberadaan SJUT juga dinilai meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga.

Direktur Utama PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP), Deni Rifky Purwana, mengajak seluruh operator jaringan untuk ikut berkolaborasi mendukung penataan kota demi mendukung penataan kota Jakarta yang aman, nyaman, dan modern.

Melalui revitalisasi trotoar, pembangunan JPO modern, hingga penataan kabel utilitas, Pemprov DKI Jakarta tengah mencoba membangun wajah baru ibu kota yang lebih tertata dan nyaman. Jakarta bukan hanya sedang mempercantik kota, melainkan juga memperkuat konektivitas dan kualitas ruang publik bagi generasi urban yang semakin aktif bergerak. (WEB)


Editorial Team

Related Article