Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pramono Beri Warning, Ikan Sapu-sapu Kuasai 60 Persen Perairan Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membentuk tim PJLP khusus untuk menangkap ikan sapu-sapu yang kini menguasai lebih dari 60 persen perairan ibu kota.
  • Ikan sapu-sapu bersifat invasif, memangsa telur ikan lokal, dan menyebabkan spesies endemik sulit bertahan di ekosistem perairan Jakarta.
  • Kadar residu ikan sapu-sapu melebihi ambang aman serta perilakunya merusak dinding sungai, sehingga pemerintah berupaya menekan populasinya demi menjaga lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
17 April 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan rencana pembentukan petugas PJLP khusus untuk menangkap ikan sapu-sapu di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia menjelaskan hasil penelitian KKP yang menunjukkan populasi ikan sapu-sapu mencapai lebih dari 60 persen biota air di Jakarta dan menilai kadar residunya berbahaya dikonsumsi.

kini

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap menugaskan PJLP untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu yang dinilai merusak lingkungan dan mengancam ekosistem perairan ibu kota.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membentuk petugas PJLP khusus untuk menangkap ikan sapu-sapu yang mendominasi perairan ibu kota hingga sekitar 60 persen dari total biota air.
  • Who?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang melaporkan hasil penelitian mengenai populasi ikan sapu-sapu.
  • Where?
    Kegiatan dan rencana penanganan ini diumumkan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, serta mencakup wilayah sungai dan selokan di seluruh Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Jumat, 17 April 2026, saat kunjungan Gubernur Pramono Anung di kawasan Kelapa Gading.
  • Why?
    Tindakan dilakukan karena ikan sapu-sapu bersifat invasif, mengancam spesies lokal, memiliki kadar residu berbahaya bagi konsumsi, dan dapat merusak struktur bantaran sungai.
  • How?
    Pemprov DKI akan menugaskan PJLP untuk menangkap serta merawat ikan sapu-sapu dari selokan dan sungai guna menekan populasinya dan mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut.
  • What?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membentuk petugas PJLP khusus untuk menangkap ikan sapu-sapu yang mendominasi perairan ibu kota hingga sekitar 60 persen dari total biota air.
  • Who?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang melaporkan kondisi populasi ikan sapu-sapu di wilayah perairan Jakarta.
  • Where?
    Kegiatan dan pernyataan dilakukan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan fokus penanganan di sungai dan selokan wilayah DKI Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Jumat, 17 April 2026, saat kunjungan kerja Gubernur Pramono Anung di kawasan Kelapa Gading.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan karena ikan sapu-sapu bersifat invasif, mengancam kelangsungan hidup ikan lokal, memiliki kadar residu berbahaya, serta berpotensi merusak struktur bantaran sungai.
  • How?
    Pemprov DKI akan menugaskan PJLP khusus untuk menangkap dan merawat hasil tangkapan ikan sapu-sapu dari sungai serta selokan guna menekan populasinya secara bertahap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada banyak ikan sapu-sapu di sungai Jakarta, katanya sampai lebih dari setengahnya. Pak Gubernur Pramono mau kirim orang khusus buat nangkep ikan itu. Ikan sapu-sapu suka makan telur ikan lain jadi ikan lokal susah hidup. Katanya juga ikan itu bisa bikin sungai rusak dan nggak aman dimakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan akan membentuk petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) khusus untuk menangkap ikan sapu-sapu di Jakarta.

Langkah ini dilakukan Pramono untuk untuk menekan populasi ikan sapu-sapu. Dia menyebut berdasarkan hasil penelitian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) populasi Ikan sapu-sapu diperkirakan lebih dari 60 persen dari total biota air di ibu kota.

"Kemudian PJLP yang bertugas khusus nanti kami akan tugaskan untuk merawat ataupun mengambil ikan sapu-sapu yang ada di selokan di sungai-sungai yang seperti ini dan sebagainya," ucap Pramono di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).

1. Ikan sapu-sapu bersifat invasif

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Menurutnya, ikan sapu-sapu memiliki sifat sangat invasif dan mampu bertahan di berbagai kondisi lingkungan air. Hal ini membuat ikan lokal, khususnya spesies endemik, kesulitan untuk bertahan hidup.

"Ikan ini sangat invasif, dan juga membuat ikan-ikan lain yang ada di tempat itu, terutama yang endemik lokal, hampir semuanya tidak bisa bertahan hidup karena telurnya dimakan," katanya.

2. Kadar residu ikan sapu-sapu bahaya dikonsumsi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Selain itu, Pramono mengungkapkan bahwa kadar residu pada ikan sapu-sapu rata-rata telah berada di atas 0,3, yang dinilai berbahaya untuk dikonsumsi.

"Dalam rapat saya dilaporin oleh Kepala KKP bahwa di ikan ini rata-rata sudah di atas 0,3 kadar residunya. Dan itu berbahaya sekali. Kalau itu kemudian dikonsumsi akan berbahaya," ucapnya.

3. Ikan sapu-sapu rusak lingkungan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Menurutnya, jika tidak ditangani, keberadaan ikan sapu-sapu juga dapat merusak lingkungan sekitar. Ia menjelaskan, ikan tersebut kerap membuat sarang dengan cara menggerogoti dinding-dinding sungai. Kondisi itu dinilai berpotensi merusak struktur bantaran dan memperparah kondisi perairan di Jakarta.

"Maka kami melakukan tindakan untuk mengurangi populasi ini semaksimal mungkin, karena kalau dibiarkan sebentar saja, dominasinya pasti akan kembali,” ujarnya.

Editorial Team