Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pramono Buka Peluang Beasiswa LPDP Jakarta bagi Penyandang Disabilitas
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Roundtable Discussion bertajuk “Shaping the Future Together: Strategic AI Partnership Between Korea and Indonesia” di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026)/ (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang LPDP Jakarta bagi 50–75 anak penyandang disabilitas untuk sekolah atau kuliah di luar negeri.
  • Pemprov DKI menyediakan pendidikan inklusif melalui 88 SLB dan KJMU, yang membuka akses kuliah bagi penyandang disabilitas hingga jenjang S3.
  • LPDP Jakarta ditargetkan mulai 2027 bagi warga Jakarta kurang mampu berprestasi untuk S2-S3, dengan anggaran sekitar Rp100 miliar dan seleksi bersama LPDP Pusat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gubernur Jakarta Pramono Anung ingin anak disabilitas bisa ikut beasiswa LPDP Jakarta. Mereka mungkin bisa sekolah atau kuliah di luar negeri. Jakarta punya 88 sekolah khusus. Anak disabilitas juga bisa kuliah sampai S3 dengan KJMU. Beasiswa LPDP Jakarta untuk warga Jakarta yang pintar dan keluarganya tidak mampu akan mulai untuk kuliah tahun 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Peluang memasukkan penyandang disabilitas dalam LPDP Jakarta memperlihatkan upaya memperluas akses pendidikan hingga jenjang internasional, sejalan dengan fasilitas pendidikan inklusif yang telah tersedia. Dukungan melalui KJMU, keberadaan sekolah luar biasa, serta seleksi beasiswa yang menekankan prestasi dan kondisi ekonomi memberi dasar bagi kesempatan yang lebih adil bagi warga Jakarta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang bagi anak penyandang disabilitas untuk mengikuti program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Jakarta.

"Jumlahnya antara 50 sampai 75, dan saya pengin di antara anak ini kalau kemudian ada LPDP untuk anak berkebutuhan khusus, mau sekolah, kuliah di luar negeri, dengan senang hati kami akan memberikan fasilitas itu," kata Pramono dalam acara Spekix di Senayan, Jakarta Pusat, mengutip ANTARA, Sabtu (10/10/2026).

Berdasarkan Perda DKI Nomor 4 tahun 2022, penyandang disabilitas harus dilindungi dan dipenuhi haknya, termasuk hak pendidikan.

"Sesuai dengan peraturan gubernur pemerintah DKI Jakarta yang ada, nomor 4 tahun 2022, sebenarnya di Jakarta ini harusnya memberikan ruang fasilitas yang cukup bagi anak-anak ini," ujarnya.

Menurut Pramono, Jakarta adalah kota dengan pendidikan paling inklusif dan berkeadilan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia.

"Sekarang ini ada 88 sekolah luar biasa, yakni 13 sekolah luar biasa negeri, 75 sekolah luar biasa swasta," katanya.

Melalui skema Kartu Mahasiswa Jakarta Unggu (KJMU), Pemprov DKI Jakarta telah membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk menempuh pendidikan hingga ke jenjang tertinggi.

"Kalau anak-anak ini memang ingin kuliah sampai dengan S1, bahkan S2, bahkan sampai S3, maka pemerintah DKI Jakarta punya yang namanya KJMU, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul," ucap Pramono.

Pihaknya juga telah mengirim 120 anak disabilitas bersama orang tua dan pelatih mereka menuju Kupang untuk olimpiade anak-anak berkebutuhan khusus.

"Pesan saya hanya satu. Anak-anak ini, berilah kesempatan untuk menampilkan apapun itu dan memberikan kebanggaan bagi orang tua, bagi keluarga, dan tentunya bagi Jakarta, apapun itu," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Pramono Anung memastikan beasiswa LPDP Jakarta dikhususkan untuk penerima mahasiswa tidak mampu yang memiliki prestasi dan bukan titipan seseorang.

Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengutamakan penerima beasiswa merupakan warga Jakarta dan memiliki prestasi akademis yang baik.

“Supaya ini tidak menjadi tempat untuk orang berebut menitipkan LPDP Jakarta, maka kami bekerja sama dengan LPDP Pusat untuk proses penentuannya. Walaupun orang yang diberangkatkan kami akan lebih mengutamakan masyarakat Jakarta dari keluarga yang tidak mampu tetapi mempunyai kemampuan akademik yang baik,” kata Pramono.

Pramono menjelaskan program LPDP Jakarta sudah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan.

Program ini memberi kesempatan kepada warga Jakarta yang berprestasi untuk menempuh pendidikan jenjang magister (S2) dan doktor (S3) di perguruan tinggi terbaik dunia.

LPDP Jakarta ditargetkan dimulai pada masa studi 2027 dengan pendaftaran yang direncanakan dibuka pada September 2027. Pemprov DKI menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar. Mekanisme seleksi dijalankan bersama LPDP Pusat, sedangkan Pemprov DKI menentukan penerima, bidang studi, dan destinasi yang selaras dengan kebutuhan sumber daya manusia Jakarta sebagai kota global.

Curated For You

Editorial Team

Related Article