Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pramono Pastikan WFH Pemprov DKI Bukan Hari Rabu
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri halalbihalal bersama pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, pada Senin (30/3). (Dok. Pemprov DKI)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kebijakan WFH di lingkungan Pemprov DKI tidak akan diterapkan pada hari Rabu karena hari tersebut ditetapkan sebagai hari transportasi umum.
  • Pemerintah pusat melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kebijakan WFH nasional akan mulai diberlakukan pada akhir Maret 2026, sesuai arahan dan waktu yang masih tersedia.
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai penerapan WFH satu hari per minggu berpotensi menghemat konsumsi BBM, meski besaran penghematan bergantung pada fluktuasi harga minyak dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akan mengikuti kebijakan work from home (WFH) yang ditetapkan pemerintah pusat. Namun, Pramono memastikan WFH di lingkungan Pemprov DKI tidak akan diterapkan pada hari Rabu.

"Mengenai hari, tentunya tidak hari Rabu. Kenapa tidak hari Rabu? Karena Rabu itu adalah hari transportasi umum," ujar Pramono di DPRD DKI Jakarta, Senin (30/3/2026).

1. Hari Rabu jadi hari transportasi umum

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir diagenda HUT Transjakarta yang ke-12 tahun di Halte Tosari, Jakarta Pusat pada Jumat (27/3/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Pramono mengatakan, saat ini Pemprov DKI masih menunggu keputusan pemerintah. Dengan demikian, saat sudah ada ketetapan, maka pihaknya akan segera menutuskan hari WFH bagi pegawai di Pemprov DKI.

"Kalau nanti sudah diputuskan oleh pemerintah pusat, akan memutuskan di luar hari Rabu. Karena Rabu tetap untuk transportasi umum," kata dia.

2. Pemerintah akan terapkan aturan WFH akhir Maret

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (IDN Times/Pitoko)

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH akan ditetapkan pada Maret 2026. Mengingat, Maret hanya menyisakan empat hari, Airlangga menegaskan, pemerintah masih memiliki waktu untuk mulai menjalankan kebijakan tersebut sebelum pergantian bulan.

"Pokoknya akan ditetapkan bulan ini (kebijakan WFH). Bulan ini tinggal berapa hari kan. Ya jadi masih ada waktu," kata dia.

3. Purbaya nilai WFH bisa hemat BBM

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Trio Hamdani)

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menilai kebijakan WFH satu hari dalam sepekan bisa memberi dampak positif bagi keuangan negara. Jika pemilihan hari dilakukan dengan cermat, kebijakan itu akan menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Meski demikian, Purbaya belum merinci persentase penghematan tersebut karena angkanya bergantung pada harga minyak mentah dunia. Sementara harga komoditas energi tersebut kerap bergerak fluktuatif.

"Kalau kita pilih dengan cermat, kalau kita pilih Jumat, pasti ada penghematan BBM berapa persen, saya enggak tahu detailnya karena bisa berubah-ubah tergantung harga minyak," ujar dia.

Editorial Team