Momen Kapolsek Tinggalkan Wawancara dengan Jurnalis karena Dicecar Mahasiswa

Aksi simbolik #MatinyaReformasiPolri digelar BEM UI di depan Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, dengan tabur bunga dan keranda sebagai bentuk kritik terhadap institusi kepolisian.
Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma menjelaskan blokade polisi di Jalan Trunojoyo kepada jurnalis, namun penjelasannya dipotong dan dicecar oleh mahasiswa UI yang mempertanyakan dasar larangan.
Mahasiswa dan aparat sempat adu argumen serta saling dorong setelah polisi menghentikan pergerakan massa menuju Mabes Polri dengan alasan diskresi kepolisian.
Jakarta, IDN Times - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) mencecar Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Nugrahadi Kusuma, saat menjelaskan blokade yang dilakukan pihaknya di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (1/7/2026).
Momen itu terjadi saat Nugraha diwawancara oleh jurnalis di depan Sekretariat ASEAN.
“Teman-teman sebetulnya boleh, diperbolehkan. Kita sudah sediakan tempat di depan Museum Polri. Kita sudah arahkan di sana kan. Silakan
kalau mau menyampaikan aspirasi silakan di sana ya,” kata Nugraha.
Penjelasan Nugraha langsung dipotong oleh Mahasiswa UI yang bergabung di kerumunan jurnalis.
“Tapi kenapa ngga boleh lewat Jalan Trunojoyo, Pak?” tanya mahasiswa.
Nugraha melihat mahasiswa tersebut dan menghentikan wawancara sesaat.
“Saya sudah jelaskan. Ini sudah kita bantu untuk pengaturan, satu pengaturannya. Kedua, memang kita arahkan…,” kata Nugraha.
“Enggak ada peraturan larangan! Peraturan yang mana, Pak? Tadi dibilangnya karena diskresi! Tadi ngomongnya itu terserah personel! Tadi ngomongnya gitu!” kata mahasiswa.
Mendengar pernyataan tersebut, Nugraha lantas meninggalkan lokasi.
“Jawab jujur aja, Pak! Pak! Makasih ya, Pak!” kata mahasiswa.
Aliansi BEM UI menggelar aksi simbolik #MatinyaReformasiPolri di depan Sekretariat ASEAN, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan pada Rabu (1/7/2026) pukul 16.25 WIB.
Mereka melakukan tabur bunga ke sebuah spanduk bertulis Matinya Reformasi Polri dengan wajah Kapolri Listyo Sigit Prabowo dengan mata yang ditutup tulisan #cabutUUPolri.
Dalam aksi itu, mahasiswa membawa keranda dan karangan bunga. Saat tabur bunga, foto Presiden ke-7 Joko “Jokowi” Widodo bersama eks Kapolri Tito Karnavian diletakkan.
“Ini simbol di Hari Bhayangkara turut berduka cita atas matinya Reformasi Polri,” kata Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM UI Hafidz Haernanda di lokasi.
Aksi itu dilakukan di depan ASEAN karena pergerakan mereka menuju Mabes Polri dihentikan puluhan polisi. Respons polisi mendapat kecaman mahasiswa. Mereka adu argumen dan sempat saling dorong.
“Kenapa menghalangi kami? Kamu sudah menyampaikan pemberitahuan aksi,” kata Hafidz Haernanda kepada Kapolsek Kebayoran Baru yang memimpin penghadangan.
“Ini diskresi kepolisian, silahkan jalan memutar tidak lewet sini,” kata Nugraha.
“Bapak aturannya apa?” timpal mahasiswa UI.
“Ini diskresi kepolisian,” kata Nugraha.
“Loh, gak bisa, kita sudah menyampaikan surat pemberitahuan,” lanjut Hafidz.
Aksi saling dorong pun kembali terjadi. Suasana makin panas ketika keranda yang dibawa dirusak aparat.
“Kalian udah sibuk ngurusin MBG, gak usah ngurusin kami,” ujar Hafidz.
Pada pukul 16.00 WIB mahasiswa menutup sebagian Jalan Trunojoyo. Mereka berorasi dan membacakan tuntutannya. Hingga pukul 16.40 WIB, mahasiswa UI masih bertahan di depan Sekretariat ASEAN dan masih berusaha untuk bergerak ke Mabes Polri.














