ilustrasi transportasi publik, TransJakarta (jakarta.go.id)
Pedestrian Deck ini akan menghubungkan enam moda transportasi publik, yaitu MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Transjakarta, serta LRT Jakarta. Alhasil, perjalanan penggunanya menjadi lebih mulus (seamless), sekaligus memangkas jarak dan waktu tempuh.
Kehadiran infrastruktur penghubung ini juga untuk mengantisipasi tren peningkatan jumlah pengguna transportasi publik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode Maret 2025 - Maret 2026 merekam adanya kenaikan jumlah perjalanan armada. Frekuensi perjalanan LRT Jakarta tumbuh 10,71 persen sementara MRT Jakarta naik 8,07 persen (month-to-month). Di saat yang sama, jumlah bus Transjakarta yang beroperasi juga meningkat 4,22 persen untuk melayani sebanyak 32,13 juta penumpang.
“Jakarta saat ini telah menjadi kota kedua dengan sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas antarmoda agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik,” ujar Gubernur Pramono.