Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pramono: Tawuran Manggarai Dipicu Provokasi Dua Kelompok Pemuda
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Embung Bambu Hitam dan Embung Batu Bangkong di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10). (Dok. Pemprov DKI)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut tawuran di Manggarai dipicu saling provokasi dua kelompok pemuda yang menyalakan petasan sebelum bentrok.

  • Polisi, TNI, dan Pemerintah Kota Jakarta menangani kejadian tersebut; hingga malam sebelumnya, enam orang ditangkap karena diduga memprovokasi dan terlibat tawuran berlebihan.

  • Meski fasilitas olahraga dari CSR telah dibangun, tawuran masih terjadi. Polisi, TNI, Pemprov DKI, dan pemuda setempat sepakat mendirikan posko bersama sebagai langkah pencegahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, tawuran yang terjadi di Manggarai, Jakarta Selatan, dipicu aksi saling provokasi antara dua kelompok pemuda.

Pramono mengatakan, kedua kelompok saling memprovokasi hingga menyalakan petasan dan akhirnya terlibat tawuran.

"Untuk tawuran, kebetulan begitu tawuran terjadi, memang ini apa, saling memprovokasi dua kelompok pemuda kemudian bakar-bakar petasan dan sebagainya sehingga kemudian terjadi tawuran," kata Pramono di Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).

1. Sebanyak enam orang ditangkap

senjata tajam yang dipakai para pelaku tawuran (Dok.Polsek Medan Labuhan)

Menurut dia, aparat kepolisian, TNI, dan Pemprov DKI Jakarta langsung turun ke lapangan untuk menangani kejadian tersebut.

“Sampai dengan tadi malam ada enam orang yang kemudian ditangkap karena dianggap memprovokasi dan melakukan tindakan tawuran yang berlebihan,” kata Pramono.

2. Tawuran masih ada meski dibangun fasilitas olahraga

Ilustrasi Tawuran (Foto: IDN Times)

Pramono mengatakan, pemerintah sebelumnya telah memenuhi permintaan warga untuk membangun fasilitas publik sebagai sarana olahraga di kawasan tersebut melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Namun, keberadaan fasilitas olahraga itu belum menghentikan tawuran yang terjadi di kawasan tersebut.

“Padahal di tempat itu sesuai dengan pada waktu kunjungan saya ke sana, mereka minta untuk dibangunkan fasilitas publik untuk olahraga dan sudah kita lakukan itu dari CSR yang ada. Tetapi sampai hari ini tawuran itu masih ada,” ujar dia.

3. Dirikan posko bersama

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/10). (Dok. Pemprov DKI)

Untuk mengantisipasi tawuran berulang, kepolisian, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan para pemuda setempat sepakat mendirikan posko bersama untuk menekan angka tawuran

“Untuk itu kemarin baik dari kepolisian, dari TNI, dari pemerintah daerah DKI Jakarta akhirnya bersepakat bersama para pemuda yang ada untuk mendirikan posko bersama dan saya menyetujui untuk itu dan mudah-mudahan ini sebagai antisipasi untuk menahan tawuran yang ada di tempat itu,” kata dia.

Tawuran antarkelompok pemuda kembali terjadi di Manggarai, Jakarta Selatan pada Minggu (18/10/2026) malam. Lokasi tawuran tepatnya berada di dekat Stasiun Tebet.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes I Putu Yuni, mengatakan, tawuran ini diduga terjadi karena ada provokasi dengan menggunakan petasan.

"(Tawuran) ini berawal dari pancingan atau provokasi dari beberapa kelompok pemuda dengan menggunakan petasan, sehingga terjadi lempar-lemparan," kata Putu Yuni, Senin (19/10/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article