Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meyakini tidak akan terjadi panic buying bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta meskipun konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global, termasuk jika terjadi penutupan Selat Hormuz.
Pramono mengatakan, ketersediaan BBM di Jakarta dikelola secara bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Oleh karena itu, dia menilai masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan BBM di ibu kota
“Semua stok di Jakarta ini pasti dikelola bersama-sama dengan pemerintah pusat. Bukan kemudian dikelola oleh pemda sendiri, tetapi dikelola bersama-sama. Kalau BBM, Jakarta tentunya selalu menjadi prioritas untuk stoknya, karena kami juga punya stok sendiri,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Jumat (6/3/3025).
