Kishore Mahbubani (Twitter/Mahbubani_K)
Dilansir dari laman Mahbubani.net, lelaki kelahiran 24 Oktober 1948 ini berkarier pada dua bidang yang berbeda, yaitu di bidang diplomasi sepanjang 1971-2004 dan di bidang akademis sepanjang 2004-2019. Dia juga dikenal sebagai penulis yang produktif.
Di bidang diplomasi, ia bekerja di Kementerian Luar Negeri Singapura selama 33 tahun. Riwayat penempatannya adalah Kamboja, Malaysia, Washington DC, dan New York. Dia pernah menjabat sebagai Duta Besar Singapura untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Presiden Dewan Keamanan PBB pada 2001-2002.
Dia adalah Sekretaris Tetap di Kementarian Luar Negeri untuk periode 1993-1998. Sebagai apresiasi atas kinerjanya di bidang diplomasi, ia dianugerahi Medali Administrasi Publik oleh Pemerintah Singapura pada 1998.
Mahbubani bergabung di dunia akademik pada 2004, ketika ia ditunjuk sebagai Dekan di Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKY School), National University of Singapura (NUS). Dia bertugas sebagai dekan sepanjang 2004-2007 dan dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang kebijakan publik dari 2006 hingga 2019.
Pada April 2019, dia terpilih sebagai anggota kehormatan internasional American Academy of Arts and Sciences, sebagai apresiasi kepada para pemikir termuka.
Sekilas tentang riwayat pendidikannya, dia menerima Beasiswa Presiden pada 1967. Dia lulus dengan gelar First Class Honours dari jurusan filsafat di NUS pada 1971. Kemudian, dia berhasil menamatkan studinya untuk jurusan filsafat dari Dolhousie University, Kanada, pada 1976.
Setelah itu, dia memperoleh gelar doktor kehormatan pada 1995 dan menghabiskan satu tahun sebagai rekan peneliti di Pusat Urusan Internasional, Universitas Harvard pada 1991.