Jakarta, IDN Times - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis hasil analisis awal terkait perluasan Gunung Anak Krakatau seluas 32,8 hektare (ha) pasca-erupsi menerus.
Berdasarkan citra satelit Sentinel yang telah dievaluasi Badan Geologi, terlihat penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau di sektor barat laut-barat-barat daya, sebagai akibat pengendapan material piroklastik dan aliran lava hasil erupsi menerus pada 4-6 September 2026. Hal ini disampaikan Kepala PVMBG Rita Susilawati, melalui akun X resmi @badangeologi_, Rabu, 22 September 2026.
Sebagai informasi, material piroklastik adalah pecahan atau serpihan material vulkanik yang dikeluarkan gunung berapi, saat terjadi letusan eksplosif. Perluasan anak gunung umumnya terjadi karena adanya penumpukan material tersebut di sekitar kawah.
