Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mendatangi rumah duka salah satu korban tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (28/4/2026) malam.
Rano Karno menyampaikan duka cita langsung saat melayat ke rumah duka Ibu Nuryati (62) di Kemayoran, Jakarta Pusat.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, teman-teman sekalian semalam saya melihat di televisi kejadian di Bekasi, dan langsung malam itu saya perintahkan untuk Jakarta membantu Bekasi,” ujarnya di lokasi, Selasa (28/4/2026).
Dia menegaskan, bantuan telah dikerahkan sejak dini hari, mulai dari BPBD, PMI hingga Damkar. Rano menyebut, dari 14 korban, empat merupakan warga Jakarta.
Terkait bantuan, ia memastikan dukungan diberikan hingga pemakaman.
"Semua Insyaallah di sini ada Dinas Pemakaman, semua udah dibantu, makanya insyaallah nanti habis Dzuhur langsung dibawa dulu ke masjid disalatkan," kata dia.
Sebelumnya, tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu.
Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang ada di Stasiun Bekasi Timur terhambat sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju. Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak oleh Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi sehingga kecelakaan pun tak dapat dihindari.
Akibat kejadian tersebut, hingga Selasa (28/4/2026), pukul 08.45 WIB tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
