12 Juta Hektare Lahan Kritis, Menteri LH Jumhur Tantang Tanam Jutaan Bambu

- Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menantang pakar dan komunitas pembibitan untuk menyediakan bibit bambu berkualitas guna memulihkan 12,7 juta hektare lahan kritis di Indonesia.
- Pemerintah meluncurkan gerakan 'Tobat Nasional Ekologis' dengan target menanam dua miliar pohon, termasuk pemulihan 700 ribu hektare mangrove yang rusak di berbagai wilayah pesisir.
- Pakar bambu Jatnika Nanggamiharja menyoroti ketimpangan antara tingginya permintaan bambu untuk industri dan minimnya aksi penanaman kembali oleh masyarakat.
Bogor, IDN Times – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menantang para pakar dan komunitas pembibitan di seluruh tanah air, untuk memobilisasi pasokan bibit bambu berkualitas dalam skala besar.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, dalam Gerakan Menanam Bambu Nusantara 2026 di Yayasan Bambu Indonesia, Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (14/6/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024, total luasan lahan kritis di tanah air sebenarnya telah menembus angka 12,7 juta hektare. Guna memulihkan kerusakan ekologis tersebut, pemerintah mengomandoi gerakan "Tobat Nasional Ekologis".
"Aksi hari ini baru menanam sekitar 5.000 bibit bambu. Saya katakan, jika kita ingin mendorong pengembangan bambu dalam skala besar, kita harus melihat fakta bahwa Indonesia saat ini masih memiliki sekitar 12,7 juta hektare lahan kritis," ujar Jumhur, Minggu.
1. Kejar target tanam 2 miliar pohon nasional, mangrove jadi prioritas

Jumhur menjelaskan, visi besar gerakan pertobatan ekologis ini bukan sekadar retorika seremonial belaka. Ia menyebut KLH bersiap merealisasikan penanaman masif berskala besar di berbagai wilayah, untuk memulihkan kembali fungsi lindung alam yang sempat rusak.
Pemerintah juga mengintegrasikan program penataan hutan payau dengan menanam mangrove di area pesisir sebagai prioritas utama, demi mengoptimalkan penyerapan emisi gas buang berbahaya.
"Target nasional kita secara menyeluruh tidak main-main, pemerintah pusat memiliki visi besar untuk merealisasikan penanaman hingga 2 miliar pohon di seluruh Indonesia," jelas Jumhur.
2. Memulihkan sekitar 700 ribu hektare lahan mangrove

Jumhur menyebutkan dari total luas ekosistem mangrove Indonesia yang hampir mencapai 3,4 juta hektare, saat ini terdapat sekitar 700 ribu hektare lahan mangrove yang kondisinya bermasalah, dan mengalami kerusakan serius. Ia menyoroti pemulihan kawasan dengan cara penanaman pohon kembali.
"Pemulihan kawasan ini menjadi prioritas utama kami melalui program penanaman kembali," kata dia.
3. Pakar bambu ungkap permintaan banyak, ketersediaan bibit sedikit

Menanggapi tantangan Menteri LH mengenai pasokan bibit nasional, pakar bambu membenarkan adanya ketimpangan besar antara tingginya kebutuhan pasar dan minimnya stok di hulu.
Ketua Yayasan Pengrajin Bambu Indonesia yang juga Pakar Tanaman Bambu, Jatnika Nanggamiharja, menyebutkan mengenai lonjakan permintaan terhadap komoditas bambu, baik untuk pemulihan fungsi ekologis maupun pemenuhan sektor industri modern, yang menurutnya tidak sebanding dengan perputaran aksi penanaman kembali oleh masyarakat.
"Kebutuhan operasional kita sangat besar, setiap hari tidak kurang dari 100 truk bambu dikirim dari Bogor ke Jakarta untuk kebutuhan proyek reklamasi maupun cor jalan, tetapi yang menanam kembali hampir tidak ada," kata Jatnika.


















