Comscore Tracker

Berulang Kali Keluar Masuk Penjara, Ini Sosok Abu Bakar Ba'asyir

Abu Bakar Ba'asyir dalang bom Bali jatuh sakit

Jakarta, IDN Times – Nama Abu Bakar Ba'asyir mendadak ramai diperbincangkan lagi setelah dia dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), pada Jumat (27/11/2020).

Disebut Abu Bakar Ba'asyir telah menjalani perawatan di RSCM, Jakarta Pusat, sejak Selasa, 24 November 2020. Selama dirawat, Ba'asyir mendapat pengawalan dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Brimob Polda Jabar, dan Petugas Lapas Khusus Gunung Sindur.

Lalu siapakah sebenarnya Abu Bakar Ba'asyir hingga harus mendapat pengawalan ketat di rumah sakit?

Baca Juga: Abu Bakar Ba'asyir Dilarikan ke RSCM, Sakit Apa?

1. Terpidana kasus terorisme

Berulang Kali Keluar Masuk Penjara, Ini Sosok Abu Bakar Ba'asyir(Kuasa hukum Abu Bakar Ba'asyir Mahendradatta tengah berdialog dengan Fadli Zon) IDN Times/Santi Dewi

Abu Bakar Ba'asyir merupakan narapidana kasus terorisme. Ia divonis 15 tahun hukuman penjara oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 2011. Saat ini statusnya masih sebagai narapidana Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Ba'asyir dipenjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana, untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Baca Juga: 22 Korban Terorisme di Bali Dapat Pelatihan Tata Rias dan Kuliner

2. Berulang kali keluar masuk penjara

Berulang Kali Keluar Masuk Penjara, Ini Sosok Abu Bakar Ba'asyirIlustrasi penjara (IDN Times/Mia Amalia)

Dikutip dari BBC, selama beberapa dekade terakhir, Ba'asyir telah berulang kali keluar masuk penjara karena kasus terorisme. Vonis 15 tahun penjara saat ini adalah hukuman terpanjang yang pernah dia terima.

Banyak orang juga meyakini Ba'asyir pernah menjadi pemimpin spiritual Jemaah Islamiah (JI), sebuah kelompok bayangan yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda.

Ia juga dikenal telah menyuarakan dukungan untuk pemimpin al-Qaeda, Osama Bin Laden, yang tewas dalam sergapan tentara Amerika Serikat di Abbottabad, Pakistan pada 2011.

3. Dalang Bom Bali yang menewaskan 202 orang

Berulang Kali Keluar Masuk Penjara, Ini Sosok Abu Bakar Ba'asyirIlustrasi Bom (Teroris) (IDN Times/Mardya Shakti)

Ba'asyir merupakan mastermind atau dalang pemboman di Bali pada 2002 lalu. Kejadian pemboman itu menewaskan 202 orang.

Menurut laporan, Ba'asyir sempat dipenjara pada Maret 2005 atas kaitannya dalam tragedi itu. Tetapi kemudian ia dibebaskan karena mengajukan banding.

Ba'asyir juga pernah ditangkap dan dituduh terkait sejumlah serangan bom lainnya, termasuk penyerangan Hotel Marriott di Jakarta pada 2003 yang menewaskan 14 orang.

Ia bahkan dituding merencanakan pembunuhan Megawati Sukarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia.

4. Pendiri Pondok Pesantren Al-Mukmin

Berulang Kali Keluar Masuk Penjara, Ini Sosok Abu Bakar Ba'asyirANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Lahir pada 1938 di Jawa Timur, Ba'asyir telah menghabiskan puluhan tahun mengajar agama, dan menjadi sosok berpengaruh di kalangan muslim radikal di Asia Tenggara selama 1970-an.

Tema ajarannya yang konsisten adalah bahwa komunitas Islam adalah prasyarat yang diperlukan untuk mendirikan negara Islam.

Pada 1972, ia ikut mendirikan Pondok Pesantren Al-Mukmin di Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, bersama Abdullah Sungkar.

Banyak lulusan dari pondok pesantren itu yang terlibat dalam serangan militan Islam, sampai-sampai International Crisis Group menggambarkan sekolah tersebut sebagai “Liga Ivy” untuk rekrutan Jemaah Islamiah.

5. Pernah ditahan di Nusakambangan

Berulang Kali Keluar Masuk Penjara, Ini Sosok Abu Bakar Ba'asyirANTARA FOTO/Idhad Zakaria

Sebelum ditahan di Lapas Gunung Sindur, Bogor sejak 2016, Abu Bakar Ba'asyir awalnya ditahan di pulau penjara Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Ia dipindahkan ke penjara Gunung Sindur karena kondisi kesehatannya.

Nusakambangan sendiri dikenal sebagai ‘pulau eksekusi’ oleh kebanyakan orang, karena pernah menjadi tempat eksekusi banyak penjahat kelas kakap, seperti pelaku bom Bali Imam Samudra, Amrozi, dan Mukhlas, pada November 2008.

Pulau ini telah berfungsi sebagai koloni hukuman, sejak penguasa Belanda di Indonesia mulai menempatkan tahanan di sana lebih dari seabad yang lalu.

Baca Juga: Kesaksian Hendra Saat Tangani Abu Bakar Ba'asyir di Nusakambangan

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya