Comscore Tracker

Luhut Curcol Pengendalian COVID-19 RI: Dulu Di-Bully, Sekarang Dipuji

Angka kasus harian COVID-19 di RI saat ini terus berkurang

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan cerita tentang pengendalian pandemik COVID-19 di Indonesia. Menurut dia, kesuksesan Indonesai dalam menangani pandemik karena percaya dengan kekuatan sendiri, bukan negara lain.

Alhasil, Indonesia kini banyak dipuji berbagai pihak lantaran dianggap mampu mengendalikan pandemik COVID-19 dengan sangat baik. Padahal, kata dia, awalnya Indonesia dicaci karena dianggap tak kompeten dalam menangani persoalan tersebut.

"Kita harus percaya bangsa ini bisa menyelesaikan masalah sendiri, jangan merasa orang lain selalu bisa. Penanganan COVID-19 begitu kompleks dan Indonesia dipuji banyak negara, bahkan awalnya kita di-bully, dilecehkan oleh bangsa sendiri," kata Luhut dalam pidato kuncinya membuka Capital Market Summer & Expo (CMSE) 2021, Kamis (14/10/2021).

1. Indonesia terbukti jadi negara yang mampu beradaptasi

Luhut Curcol Pengendalian COVID-19 RI: Dulu Di-Bully, Sekarang DipujiPresiden Joko Widodo memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah Pulau Jawa dan Bali hingga 2 Agustus mendatang (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Atas prestasi tersebut, Luhut mengklaim Indonesia sebagai negara yang mampu beradaptasi dalam melawan pandemik COVID-19.

Kemunculan varian delta yang begitu masif pertengahan tahun ini menimbulkan lonjakan kasus COVID-19 hingga kasus aktif lebih dari 500 ribu per harinya.

"Ketika itu kasus aktif mencapai lebih dari 550 ribu dan kapasitas kesehatan di ambang batas dan banyak celaan kepada kami, tapi menghadapi situasi tersebut pembatasan mobilitas kegiatan masyarakat merupakan satu-satunya pilihan dan per 3 juli PPKM level Jawa-Bali ditetapkan, sehingga kasus harian dapat ditekan dan di saat bersamaan memberikan waktu kepada pemerintah meningkatkan kapasitas sistem kesehatan," tutur Luhut.

Baca Juga: Luhut Akui Sempat Ditawari Berbisnis di Papua Tapi Batal, Kenapa?

2. Tantangan Indonesia ke depan akan semakin banyak

Luhut Curcol Pengendalian COVID-19 RI: Dulu Di-Bully, Sekarang DipujiIlustrasi perubahan iklim (unsplash.com/Willian Justen)

Di sisi lain, Luhut turut mengungkapkan sejumlah tantangan yang menanti Indonesia selain pandemik COVID-19 di masa depan.

"Tantangan ke depan datang dari pandemik COVID-19 yang menjangkiti lebih dari 200 juta orang dan menyebabkan empat juta korban jiwa di seluruh dunia, perubahan iklim yang makin nyata, geopolitik persaingan dua negara adidaya, Amerika Serikat dan China," ucap Luhut.

3. Adaptasi sangat penting karena Indonesia tidak akan memihak

Luhut Curcol Pengendalian COVID-19 RI: Dulu Di-Bully, Sekarang DipujiIlustrasi Bendera Indonesia (IDN Times/Aldila Muharma)

Oleh karena itu, Luhut kemudian mengajak seluruh elemen bangsa untuk mampu beradaptasi lebih demi menghadapi banyaknya tantangan tersebut.

"Saya sampaikan bahwa Indonesia ini negara terlalu besar untuk bisa berpihak pada kekuatan apapun di dunia. Dengan 280 juta penduduk dan letak geografis ideal, Indonesia memerankan peran penting dalam percaturan global sehingga membuat Indonesia kuat dan diperhitungkan oleh siapapun," ujar dia.

Baca Juga: Menteri Luhut Luncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya