Jakarta, IDN Times - Imam besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Rizieq Shihab, wanti-wanti Presiden Prabowo Subianto agar tidak membawa-bawa Yaman dalam narasi pidatonya. Ia justru bingung mengapa nama negara tersebut ikut diseret dalam isu domestik di Tanah Air.
Diketahui, Prabowo menyampaikan pernyataan itu pada Rabu (29/4/2026) di Cilacap, Jawa Tengah saat melakukan groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II. Ketika itu, Prabowo menyinggung kembali soal narasi 'Indonesia Gelap' dan 'Kabur Aja Dulu'. Tiba-tiba Prabowo menyebut bila ada yang mau kabur ke Yaman maka tak akan dihalang-halangi oleh pemerintah.
Padahal, Yaman tidak pernah menjadi musuh Indonesia. Bila Prabowo terus mengulangi narasi serupa di dalam pidatonya, Rizieq mengaku siap untuk melawan.
"Tahu dosa Yaman apa sama dia. Pake nyebut-nyebut Yaman, ada apa? Eh, Yaman itu bukan musuh Bangsa Indonesia!" ujar Rizieq di dalam ceramahnya yang dikutip dari akun YouTube Official Islamic Brotherhood TV, Senin (4/5/2026).
"Tapi, mudah-mudahan ini yang pertama dan terakhir untuk Bapak Presiden. Kita doakan agar Bapak Presiden dapat taufik dan hidayah," imbuhnya.
