Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rizieq Sindir Jenderal Baliho Dekat Prabowo, Dudung: Kok Didengerin

Rizieq Sindir Jenderal Baliho Dekat Prabowo, Dudung: Kok Didengerin
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Rizieq Shihab menyoroti pernyataan Presiden Prabowo soal 'kabur ke Yaman' dan mengaitkannya dengan pengaruh seorang jenderal yang kini menjadi penasihat presiden bidang pertahanan.
  • Ia menyebut istilah 'Jenderal Baliho' untuk merujuk pada Dudung Abdurachman, yang dulu dikenal karena menurunkan baliho FPI saat menjabat Pangdam Jaya pada 2020.
  • Dudung Abdurachman menanggapi santai sindiran Rizieq, menyatakan bahwa ucapan Rizieq tidak perlu dipercaya dan sebaiknya tidak terlalu didengarkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Rizieq Shihab, menyindir ada Jenderal baliho yang kini menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan di Kabinet Merah Putih. Diketahui, jabatan tersebut diemban oleh mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Dudung Abdurachman.

Mulanya, Rizieq membahas mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta para pengkritiknya untuk kabur ke Yaman saja. Rizieq menganggap, pernyataan Prabowo "Kabur ke Yaman" itu karena mendapat bisikan dari "Jenderal baliho".

Dudung Abdurachman yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) merespons santai pernyataan Rizieq Shihab.

"Rizieq kok didengerin, biarkan saja omongannya tidak ada yang bisa dipercaya," ujar Dudung kepada IDN Times, Senin (4/5/2026).

1. Rizieq heran Prabowo bisa mengeluarkan pernyataan pergi saja ke Yaman

Mantan Ketua Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, bebas murni pada Senin (10/7/2024). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Mantan Ketua Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, bebas murni pada Senin (10/7/2024). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Pada tayangan video di akun YouTube Islamic Brotherhood Television, Rizieq merasa heran Presiden Prabowo bisa mengeluarkan pernyataan pergi saja ke Yaman. Menurutnya, Prabowo sejak dulu hanya menyampaikan pergi saja ke luar negeri, tanpa menyebutkan negara tertentu.

"Gara-gara apa tu itu? Punya teman jelek saudara. Satu tahun setengah Presiden kita enggak pernah ngomong begitu, kenapa hari ini dia mengatakan begitu?" kata Rizieq sebagaimana tayangan video di akun YouTube Islamic Brotherhood Television, dikutip Senin (4/5/2026).

"Kalau dulu ada menteri segala urusan nyebut ngusir luar negeri kalau mau protes-protes. Presiden kita minta nasihat tahu-tahu ngomongnya sama, pergi ke luar negeri. Sekarang ada tambahan malah pergi ke Yaman. Dari mana nih kata Yaman keluar saudara?" sambungnya.

2. Rizieq anggap ada pembisik Prabowo "Jenderal baliho"

Rizieq Shihab bebas murni hari ini, Senin (10/6/2024) (IDN Times/Lia Hutasoit)
Rizieq Shihab bebas murni hari ini, Senin (10/6/2024) (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dalam kesempatan itu, Rizieq menganggap pernyataan Prabowo yang menyampaikan pergi saja ke Yaman karena mendapat bisikan dari "Jenderal baliho".

"Eh ternyata ada sebabnya lagi, ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai saudara, udah diparkir eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi Penasihat Presiden bidang Pertahanan Nasional, dilantik lagi saudara," ucap dia.

Istilah jenderal baliho muncul saat Dudung masih menjabat sebagai Pangdam Jaya tahun 2020. Dudung memerintahkan prajuritnya untuk menurunkan baliho Front Pembela Islam (FPI) yang saat itu dipimpin Rizieq Shihab dan sudah dibubarkan pemerintah. Front Pembela Islam sendiri kini berubah nama menjadi Front Persaudaraan Islam.

Ketika itu, Pangdam Jaya membantu tugas Satpol PP DKI Jakarta yang sudah mencopot baliho FPI, tapi dipasang kembali oleh simpatisan FPI.

3. Pernyataan Prabowo soal kabur ke Yaman

Presiden Prabowo Subianto (dok. Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto (dok. Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung soal tagar 'Kabur Aja Dulu' yang sempat ramai beberapa waktu lalu. Mulanya, Prabowo menyinggung pihak yang tidak memiliki sifat patriotik.

"Saya mengimbau, saya menggugah kalian, kerahkan dari hatimu, cintamu kepada bangsa dan rakyat, berbuatlah untuk bangsa dan rakyat kita. Ini kesempatan emas," ujar Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II di Cilacap yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (29/4/2026).

Prabowo kemudian mengajak para teknokrat, profesor, dan orang yang memiliki berbagai keahlian untuk bersama-sama membangun Indonesia ke arah yang lebih baik. Prabowo tidak ingin kepandaian yang dimiliki untuk menipu rakyat.

"Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menipu rakyat dan bangsa! Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menutupi korupsi dan perampokan! Jangan kepandaianmu, kau pakai untuk memperkaya bangsa lain! Kita tidak benci bangsa lain, kita tidak mau rakyat kita miskin terus karena uang kita diambil ke luar negeri," ujar dia.

Prabowo mengatakan, tidak akan menoleransi pihak yang tidak patriotik kepada bangsa Indonesia. Prabowo kemudian menyinggung sejarah Indonesia yang pernah terjadi pemberontakan.

Kita dijajah, kita diadu domba, kita di infiltrasi, dibikin pemberontakan-pemberontakan pemberontakan. DI TII, Angkatan Perang Ratu Adil, RMS, PGRS Paraku, PRRI Permesta," ujar dia.

Pada era kekinian, Prabowo kemudian menyindir tagar 'Kabur Aja Dulu'. Prabowo mengaku tak masalah apabila ada tagar tersebut.

"Terus gerakan ini, gerakan itu, terus kita dibikin apalagi Indonesia gelap, matanya buram Indonesia gelap, Indonesia terang. Ada yang mau kabur, ada yang mau kabur, kabur aja, kabur aja kau ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan! Mau kabur ke mana?" kata dia.

Mantan Menteri Pertahanan itu mengingatkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang paling aman dan damai di dunia. Oleh karena itu, Prabowo tak masalah bila ada yang ingin kabur dari Indonesia.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Related Articles

See More