Jakarta, IDN Times - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan, platform game Roblox resmi patuh pada aturan pemerintah yakni PP Tunas.
Dia mengatakan, Roblox telah memulai penerapan verifikasi usia (age verification) untuk seluruh pengguna. Kebijakan ini berdampak pada pembatasan fitur komunikasi bagi pengguna yang tidak melakukan verifikasi.
"Jadi yang ingin kami sampaikan bahwa hari ini Roblox menyampaikan komitmen kepatuhan kepada Komdigi dan ini sebetulnya sudah dalam pembicaraan yang bolak-balik, cukup panjang," katanya saat konferensi pers, Kamis (30/4/2026).
Meutya menjelaskan, dari age verification itu diwajibkan melakukan verifikasi usia, jika tidak maka chats atau fitur komunikasi langsung dimatikan.
Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong pembatasan konten berdasarkan klasifikasi usia. Anak di bawah 13 tahun akan menerima akses game yang berbeda dibandingkan kelompok usia di atasnya.
“Jadi nanti juga games yang bisa dilihat oleh (anak) di bawah 13 tahun akan berbeda dengan yang dilihat oleh 16 tahun ke bawah dan oleh 16 tahun ke atas,” kata dia.
Selain komunikasi dan konten, aspek adiksi juga menjadi perhatian. Pemerintah meminta platform menyediakan fitur pengaturan waktu bermain yang dapat dikendalikan orang tua.
“Nah untuk menjawab aturan PP Tunas mengenai adiksi, maka sekarang per hari ini juga sudah ada screen time, jadi diatur oleh orang tua,” kata Meutya.
