Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
RSUD Bekasi Rawat Korban Tabrakan Kereta, Ada yang Memar hingga Patah Tulang
Petugas gabungan sedang mengevakuasi korban kecelakaan KRL dan kereta cepat jarak jauh Argo Bromo Anggrek 4 di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026). (IDN Times/Imam Faishal)
  • RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Bekasi merawat korban kecelakaan kereta dengan luka beragam, mulai dari memar hingga patah tulang di tangan dan kaki.
  • Beberapa pasien telah menjalani operasi, sementara lainnya masih menunggu pemeriksaan lanjutan; kondisi seluruh pasien dilaporkan stabil tanpa ada yang tidak sadar.
  • Kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur saat KRL menabrak taksi di perlintasan tanpa palang, disusul tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek yang menewaskan 14 orang dan melukai 84 lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi memaparkan kondisi terbaru korban kecelakaan yang tengah dirawat. Korban-korban itu mengalami luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari fraktur hingga luka memar.

Direktur RSUD Ellya Niken Prastiwi mengatakan sejumlah pasien telah menjalani tindakan operasi. Sementara lainnya masih dalam tahap persiapan operasi sambil menunggu pemeriksaan lanjutan dari dokter spesialis.

“Ada yang dioperasi, kemudian juga persiapan operasi. Ada yang patah tulang di beberapa bagian, seperti tangan dan kaki,” ujar Ellya, Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan, selain patah tulang, terdapat pula korban yang mengalami luka memar di berbagai bagian tubuh. Luka tersebut tersebar di area paha, kaki, hingga wajah.

Meski demikian, kondisi para pasien secara umum terpantau stabil. Pihak rumah sakit memastikan tidak ada korban yang dirawat dalam kondisi tidak sadar.

Alhamdulillah tidak ada yang dirawat dalam kondisi tidak sadar,” katanya.

Sebelumnya, tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu.

Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang ada di Stasiun Bekasi Timur terhambat, sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju. Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak oleh Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi sehingga kecelakaan pun tak dapat dihindari.

Akibat kejadian tersebut, hingga Selasa (28/4/2026), pukul 08.45 WIB tercatat 14 orang meninggal dan 84 lainnya mengalami luka-luka.

Editorial Team